Cermin Diri #81: Pembawa Perbaikan

0
174
Foto diambil dari za.ign.com

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Kelas delapan berisik, saat pengawas ujian memasuki ruangan. “Duduk siap! Beri hormat! Tegak gerak! Berdoa … mulai! Ya Tuhan tambahkanlah untukku ilmu dan berilah aku rizeki kepahaman. Berdoa selesai!” teriak kapten.

“Anak-anak! Sekarang Ulangan Tengah Semester. Mohon tas dikumpulkan di rak depan!” kata pengawas dengan tegas. “Aduh, bagaimana ini? Tidak bisa buka buku dong! Aku kan belum sinau alias belajar,” bisik seorang siswa dalam hati. Ia sangat khawatir tidak bisa mengerjakan soal-soal tersebut.

Selanjutnya Ia nampak tidak dapat duduk tenang. Malahan mulai mengusik. Mengganggu dan menggodai anak gadis yang terdekat. Kadang menyentuh-nyentuh. Atau menyinggung-nyinggung. Bahkan mencela dan mencampuri urusan orang lain serta melempar alat tulis. Sehingga terjadi kegaduhan.

Kring…! Kring…! bel tanda keluar pun berbunyi. Sementara lembar jawabannya masih kosong. “Alah! Aku akan nyontek saja,” pikirnya arogan.

“Anakku, kamu telah menyontek. Suatu tindakan tidak jujur yang dilakukan secara sadar. Dampaknya yaitu menjadi cikal bakal korupsi, pencurian dan plagiarisme. Maka semakin banyak sumber daya manusia rendah, kurang kreatif, bodoh, pemalas dan tidak sportif. Oleh karena itu kamu harus mengulang tes ini besok. Mengerti!” Himbauan pendidik memecahkan keheningan.

Wajah siswa itu merah padam. Seraya menjabat tangan pengawas untuk minta maaf. Lalu Ia bertanya. “Pak! Bagaimana cara-cara menghindarkan diri dari keinginan menyontek atau curang?”

Pertama, tingkatkan iman dan taqwa. Kedua, Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh. Ketiga, pikirkan pengorbanan dan perasaan orangtua. Keempat, tolak jika ada peluang berbuat curang. Kelima, jangan berusaha mencari alasan untuk menyontek. Keenam, ingat menyontek itu mencelakakan diri sendiri dan orang lain.” Jawab pengawas penuh semangat seperti tertera dalam buku bimbingan konseling.

Esoknya perbaikan dijalani dengan tenang. Hanya Ia seorang diri. Alhamdulillah dapat mengerjakan dengan baik. Dapat nilai nyaris sempurna. Temannya memberi ucapan selamat. Alangkah senangnya. Lebih dari itu Allah janji, tidak akan menghilangkan pahala sang pendidik pembawa perbaikan.

*Guru SMPN 1 Karanggeneng dan MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here