Cermin Diri #9: Lantaran Hoax

0
335
Foto berita hoax diambil dari tengok id

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Tulisan berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Kabar yang ditulis secara benar menyebabkan seseorang hidup mulia. Sementara berita bohong (hoax) mengakibatkan seseorang celaka.

Lantaran tulisan saya bisa mengenyam Pendidikan Anak Usia Dini. Sebab salah satu kreteria kelulusannya adalah anak bisa menulis. Tentu hanya menulis huruf abjad a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z. Lalu menulis huruf hijaiyah a, ba, ta, tsa, ja, ha, kha, da, dza, ra, za, sa, sya, sha, dha, tha, zha, ‘a, gha, fa, qa, ka, la, ma, na, wa, ha, laa, ya. Pun pula menulis angka 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 dan tanda baca. Kini Taman Kanak-kanak Aisyiyah tempat saya belajar menulis huruf, berubah menjadi PAUD Percontohan Tingkat Nasional. Luar biasa membanggakan !

Kemudian lantaran tulisan saya lulus Madrasah Ibtidaiyah. Target yang harus dicapai lulusannya adalah harus bisa menulis kosa kata dalam Bahasa Indonesia. Anak juga bisa menulis mufradat dalam Bahasa Arab. Anak pun mampu menulis vocabulary dalam Bahasa Inggris. Anak dapat pula menulis aksara Jawa. Sekarang siswa dianjurkan menambah vocabulary lewat les privat. Menghafal mufradat melalui Taman Pendidikan Al Quran. Maka lahirlah hafidz dan doctor yang mahir berbahasa dan punya karya tulis ilmiah.

Berikutnya lantaran tulisan saya lulus Madrasah Tsanawiyah. Kompetensi lulusannya yaitu siswa bisa membuat kalimat sederhana, induk dan anak kalimat. Atau jumlah mufidah dalam bahasa Arab. Perfect sentence dalam Bahasa Inggris. Dan ukara dalam Bahasa Jawa. Belakangan ini madrasah memadukan tantri basa dengan ngaji kitab kuning di pesantren terdekatnya. Hasilnya siswa yang berkata “ah” dan membentak pada orangtua mulai sirna.

Selain itu lantaran tulisan, saya menyelesaikan belajar dari Madrasah Aliyah. Sekolah mensyaratkan lulusannya bisa membuat paragraf. Kemudian menyusun teks narasi, deskripsi, berita, recount, prosedur dalam bentuk makalah. Akhir-akhir ini lembaga mewajibkan mengisi buku literasi yang harus ditulisi dengan rangkuman tiap hari. Terbukti siswanya masa kini menang lomba literasi tingkat Kabupaten dan menerima hadiah dari Bupati.

Di samping itu lantaran tulisan saya memperoleh gelar Sarjana Agama dan Akta Mengajar Pendidikan Agama Islam. Adapun judul skripsi saya adalah “Eksistensi Perguruan Muhammadiyah di Desa Takerharjo Solokuro Lamongan (suatu tinjauan historis perkembangan pendidikan Islam)”. Dampaknya yang mutakhir bisa memberikan pencerahan pada umat dengan mengembangkan madrasah serta sekolah model berkarakter.

Lain daripada itu lantaran tulisan pula saya mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris. Thesis yang saya susun berjudul “A study on strategies in teaching reading comprehension used by the teacher of MAM 8 Lamongan”. Kegigihan kampus mencetak sarjana berkualitas, mengantarkan rektornya sebagai Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Lagipula lantaran tulisan berupa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris melalui pembelajaran kooperatif model group investigation (GI) pada siswa kelas VIII-I SMP Negeri 1 Karanggeneng Tahun Pelajaran 2016/2017, saya bisa naik pangkat. Pengaruhnya pada profesionalisme guru, tunjangan fungsional pendidikan dan kesejahteraan.

Bahkan lantaran tulisan lewat media sosial, saya punya banyak teman atau sahabat baru. Mulai dari rakyat sampai pejabat. Dari pelajar hingga pengajar. Dari penulis biasa hingga jurnalis ternama. Dari orang awam hingga cendekiawan. Demikian juga dapat menyambung teman lama yang belasan tahun berpisah oleh ruang gerak dan waktu. Sehingga memperpanjang umur dan menambah rizki yang barokah. Umpamanya diberi hadiah buku bermutu dari penulis M Husnaini dan penerbit Aqwam Jembatan Ilmu yang omzetnya ratusan juta rupiah.

Sebaliknya lantaran tulisan hoax atau berita bohong keluarga dan taulan saya menjadi korban penipuan. Pertama, sepupu saya berada di Malang. Sementara ayah dan ibunya di Lamongan. Mereka menerima sepucuk surat. Berisi permintaan uang. Dari seseorang yang mengaku sebagai teman sepupu saya. Kami tanpa curiga mengabulkannya. Setelah sepupu saya pulang ditanya ibunya tentang kiriman uang. Ia bengong karena tak pernah menulis surat seperti itu. Mereka pasrah kepada Allah. Justeru sepupu saya kini menjadi kepala jurusan di UIN Malang.

Kedua, lantaran tulisan hoax 4 orang keluarga saya tertipu oleh biro perjalanan umrah yang murah. Mereka pun tawakkal. Alhamdulillah Januari lalu, 2 orang mendapatkan panggilan ke baitullah.

Ketiga, lantaran hoax teman saya mengamalkan hadis palsu tentang tradisi bermaafan sebelum ramadan. Lalu diberitahukan pada saya. Kemudian saya memperoleh WhatsApp dari majelis tarjih. Menyatakan bahwa tradisi tersebut belum ditemukan dalilnya. Secepatnya tulisan itu kusebarkan. Taulan saya memahaminya. Ia berterima kasih terhindar dari jalan yang sesat dan dimurkai.

Sejak itu jika ada orang tak dikenal (jahat) yang membawa berita, saya teliti kebenarannya. Saya tidak mau ceroboh dan bertindak bodoh yang mengakibatkan kecelakaan pada diri seseorang. Sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (Surat Al-Hujurat, ayat 6).

Usai peristiwa itu saya sangat menyesal. Telah tertipu dan terperdaya dengan hoax. Namun menyesal saja tidak cukup. Saya harus mencari kiat melawan berita bohong.

Beberapa usaha lain yang harus saya lakukan diantaranya : (1) Jangan anggap enteng copas dan menyebarkan tulisan ke media sosial. Sedang para pembaca pun jangan langsung menerima mentah-mentah. Tanyakan dulu pada ahlinya. Supaya tidak salah kaprah dan menimbulkan buruk sangka. Serta memicu keretakan dalam rumah tangga. (2) Ayo kawan jika bertemu hoax jangan dibiarkan viral begitu saja. Hoax harus dilawan dan dihilangkan lewat tulisan terpercaya dengan hati yang riang. Berdasarkan al qur’an dan sunnah Rasulullah.

Jadi wahai orang yang beriman, mari belajar menulis ilmu yang manfaat dari nol. Satu hari satu tulisan, yang penting bukan fitnah dan menjelekkan seseorang. Meramaikan group WhatsApp dan facebook guna menyingkirkan hoax dan ujaran kebencian.

Nah, mengingat urgensinya tulisan yang berbobot dalam mengimbangi berita sampah atau hoax yang semakin viral, sebagai penutup saya tambahkan sebuah cara agar tulisan terus jalan. Mari kita camkan perkataan Al-Imam Ibnu ‘Uqail Al-Hambali bahwasannya: “Ketika aku terkunci pada suatu permasalahan (ilmu), maka aku panggil istriku untuk berhubungan badan. Ketika aku selesai, maka aku ambil kertas dan kutuangkan ilmu ke atasnya (mulai mengarang kitab). Sebab jima’ dapat membersihkan pikiran dan menguatkan pemahaman”. Anda penasaran, silakan diterapkan ! Semoga bukan hoax atau penipuan. Wassalam.

*PRM Takerharjo Solokuro dan guru SMPN Karanggeneng Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here