Cermin Diri #90: Wudlulah dan Rasakan Nikmatnya

0
194
Foto diambil dari atmago.com

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Berwudlu setiap batal harus dibiasakan. Di antara yang membatalkanya yaitu kencing, berak, kentut, madzi, wadi, istihadhah, tidur nyenyak, menyentuh kemaluan dan bukan mahram serta hilang akal (gila, pingsan, mabuk).

Pengaruh wudlu sudah dirasakan manisnya sejak dulu. Wajah menjadi sumringah, berseri-seri, dan awet muda. Tegasnya wajah ahli wudlu tidak cemberut, berkerut, kisut dan bikin orang lain takut.

Lalu, kedua tangan bagi yang biasa wudlu pun penuh berkah. Sentuhannya membuat orang bahagia. Uluran tangannya dirindukan banyak kalangan. Bahkan pukulannya mematikan, tapi tidak mencelakakan. Artinya bisa membuat jera dan insaf dari kesalahan serta dosa. Kisah nyata, ada siswa di Madrasah Ibtidayah Muhammadiyah yang pernah dihukum pakai pukulan, akibat pelanggarannya terhadap tata tertib sekolah. Ia semakin giat belajar, bekerja dan berdoa serta sukses di usia 43. Sebagai balas jasa, ayah ibu dan gurunya di umrahkan ke Makkah gratis secara cuma- cuma.

Sedangkan usapan kepala yang dilakukannya, mencerdaskan otak. Berpikir positif, mencerahkan, menyejukkan dan berkemajuan.

Sementara basuhan kaki, membimbingnya menuju langkah yang benar. Ringan digunakan di jalan Allah. Seperti ke masjid, madrasah, rumah sakit dan kadang tempat maksiat untuk mencegah kemungkaran.

Menurut cerita, kehebatan ulama, pahlawan semisal panglima besar jenderal Sudirman disebabkan selalu menjaga wudlu.

Praktisnya, wudlu juga penting diupayakan sebelum tidur. Agar terhindar dari mimpi buruk. Mudah bangun dalam keadaan segar.

Ketika hendak baca al Quran, punya wudlu lebih diutamakan. Ayat suci hanya bisa dipahami bila kita dalam kondisi suci lahir batin.

Yang paling penting, dan wajib dilakukan serta tidak boleh ditinggalkan ialah wudlu sebelum salat. Dalil tentang wajibnya wudlu ada dalam QS. Al Maidah/5;6:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mendirikan salat basuhlah wajahmu dan kedua tanganmu sampai siku, usaplah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai kedua mata kakimu.”

Demikian pula hadis Nabi saw: “Allah tidak menerima shalat seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudlu,” (HR. Bukhari Muslim) Adapun tata cara wudlu sesuai sunnah Rasulullah saw yakni sebagai berikut:

Pertama, niat berwudlu karena Allah semata dengan ucapan bismillah
Kedua, membasuh tangan 3x sambil menyela-nyelai jari jemarinya.
Ketiga, berkumur-kumur secara sempurna sambil menghisap air ke hidung dengan menggunakan tangan kanan, lalu menyemburkannya 3x. Tapi bila puasa jangan berkumur sampai ke dalam. Lebih bagus lagi untuk menjaga kebersihan dan keharuman mulut agar sikat gigi sebelum wudlu.
Keempat, membasuh wajah 3x secara merata sambil mengucek ujung bagian dalam kedua mata. Bagi yang berjenggot supaya menyelainya.
Kelima,membasuh tangan kanan 3x lalu tangan kiri.
Keenam, mengusap kepala pakai kedua tangannya dari depan ke belakang sampai tengkuk lalu mengembalikannya sekaligus dengan telinga 1x. Bagi yang bersorban, cukup mengusap ubun-ubunnya.
Ketujuh, membasuh kaki kanan sampai mata kaki sambil menyelai- nyelai jemari 3x diteruskan kaki kiri.
Kedelapan, tertib. Maksudnya dikerjakan berurutan.
Kesembilan, berdoa dengan menghadap qiblat. “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.

Selamat mempraktekannya. Namun umpama wudlu kita tak berbekas atau tidak berdampak positif, dan tak terasa nikmat, kemungkinan tata caranya belum benar.

*Pendidik MAM Takerharjo Solokuro dan SMP Karanggeneng Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here