Cermin Diri #27: Gebyar Tahun Baru di Tabligh Akbar Penuh Humor Segar

0
247
Foto suasana tabligh akbar diambil oleh mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Kumandang lantunan Al Qur’an secara tartil mengiringiku hadir pada Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke 109 H/106 M PCM Karanggeneng Lamongan tanggal 1 Januari 2019 yang disaksikan ratusan orang. Disusul menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah oleh paduan suara dari siswa SMAM 5.

Setelah itu ada beberapa sambutan. Pertama, panitia menyampaikan penghormatan kepada sekretaris umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ditambahi Indonesia yang membuat gelak tawa. Kedua, PCM mengungkapkan tema kegiatan yakni ta’awun untuk negeri diikuti beredarnya kotak infaq yang disodorkan IPM. Semua peserta mengulurkan uang dan terkumpul sejumlah tiga juta rupiah. Ketiga, sambutan PDM Lamongan yang menginformasikan tentang unmuh dan rumah sakit. Keempat, giliran PWM memberitahu jihad politik yang masih mlempem. Kelima, pak camat pun diberi kesempatan supaya seluruh desa berdiri PRM dan mendukung SD Muhammadiyah. Sebab masih empat desa yang belum terjamah pengikut Nabi Muhammad ini.

Berikutnya tampil pembicara utama yakni Dr.H.Abdul Mu’ti,M.Ed. Kritik beliau bahwa, Indonesia yang mengatur adalah hartawan. Padahal lebih dulu merdeka dari Malaysia. SDA dikuasai asing, PDAM milik Perancis. DPR kurang sinau, sering menyetujui undang-undang yang tak berpihak rakyat. Mengaku paling islam tapi tak menjalankan syariatnya. Demikian itulah yang disebut oleh bung Karno sebagai islam sontoloyo. Lawan dari berkemajuan.

Selain itu pria asal Jateng itu mengenalkan tokoh Muhammadiyah pahlawan bangsa. Diantaranya ibu Fatmawati, Ki Bagus, Kasman Singodimejo, Kahar Muzakir, Juanda, Sudirman, Ebiet, dan Ryamizard.

Di samping itu beliau mengeluarkan humor segar. Misalnya pendeta kagum dengan kebesaran Muhammadiyah dengan bilang haléluya. Ungkapan umat Kristiani untuk menyatakan pujian, rasa syukur, atau rasa sukacita. Karena mereka tak mungkin berujar alhamdulillah.

Lagipula orang sekarang lebih mengenal artis dan arto (duit). OTW semestinya on the way diganti ojo takon wae. Bermula dari menunggu di bandara sekitar setengah jam, tapi tak ada jemputan. Ditelpon berulang-ulang, jawabannya sebentar masih otw. Ia pun kesal dan nyeletuk ya “ojo takon wae.”

Sementara itu integritas diartikan lihat isinya tas. Padahal maknanya mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan serta kejujuran.

Kemudian memplesetkan maju tak gentar membela yang bayar, bukan yang benar.

Lalu gunung kini juga punya anak. Nggak percaya? Siapapun pasti kenal dengan anak krakatau. Lantaran erupsinya sehingga berakibat tsunami di Banten dan Lampung. Jadi yang punya anak tidak manusia saja.

Bahkan Haji tamatu’ (ibadah haji yang dilaksanakan setelah umrah) diubah menjadi haji tangi mangan turu. Sedang Biro travel mahrus sama dengan mangan terus.

Lebih dari itu UCLA (University California, Los Angeles) disejajarkan UMLA (Universitas Muhammadiyah Lamongan Asli). Yang telah diresmikan secara langsung oleh preseden Jokowi.

Di sisi lain tahun baru 2019 seluruh anggota Muhammadiyah hendaklah bertekad menjadi penyumbang terbesar bencana. Menghibahkan kader terbaiknya menjadi menteri dan utusan daerah serta presiden. Berharap Allah memberi 12 bulan kebahagian, 52 pekan kegembiraan, 365 hari kejayaan, 8760 jam kesehatan, 52600 menit keberuntungan dan 3153600 detik keceriaan. Maka dari itu jangan bimbang dan ragu pilih atau menjadi orang Muhammadiyah.

*cah ndeso Takerharjo Solokuro yang mengajar di smp Karanggeneng Lamongan, alumni uin dan umm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here