Cermin Diri #16: Pelajar, Pengajar Wajib Belajar

0
124
Suasana pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Takerharjo Lamongan diambil dari dokumen pribadi mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Wajib belajar bukan hanya penting bagi pelajar, tapi juga pengajar. Pelajar yang sungguh-sungguh belajar pasti pintar. Di masa depan kelak bisa jadi pengajar. Jika sudah mengajar teruslah belajar. Agar semakin popular dan menjadi pakar. Termasuk belajar dari siswa yang pernah diajar. Simaklah kisah selengkapnya tentang pelajar yang pintar. Lalu diangkat sebagai pengajar. Namun tetap belajar, meskipun pada orang yang dulu pernah diajar.

Pada zaman dahulu ada seorang pelajar sekolah menengah. Ia rajin belajar di sekolah dan di rumah. Dari jam 7 hingga jam 3. Tak kenal lelah, apalagi putus asa. Usahanya tidak sia-sia. Ia selalu rangking 1 di kelasnya. Juga lulusan terbaik di lembaganya.

Kepala sekolah memanggilnya. Supaya ia melanjutkan kuliah ke Institut atau Universitas ternama. Untuk menggapai cita-citanya. Sebagaimana dituliskan dalam paper atau makalah sederhana. Sebagai salah satu persyaratan kelulusannya.

Ia pun segera melaporkan kepada orangtuanya. Ibunya agak berat merestui karena keterbatasan biaya. Sementara ayah mendukungnya. Walaupun harus bekerja membanting tulang sekuatnya. Kadang kepala dibuat kaki atau sebaliknya kaki dibuat kepala. Selain itu terpaksa menjual sepetak ladangnya.

Doa restu mereka membulatkan tekadnya. Memasuki bangku Perguruan Tinggi yang diidamkannya. Ia memilih Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama. Bergumul dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Latar belakang budayanya pun berbeda-beda.

Persaingan dan perlombaan dalam kebaikan terus menerus digelorakan oleh kampusnya. Sehingga kegiatan intra dan ekstra digelutinya. Dalam rangka mewujudkan insan cendekia yang berakhlaqul karimah dan siap mengabdi pada agama dan negara.

Setelah wisuda ia ditawari mengajar di Madrasah Ibtidaiyah. Ia jalani profesinya dengan senang gembira. Ikhlas beramal menjadi slogannya. Aku ingin menjadi lebih baik selalu didengungkannya. Tak terasa ia sudah sekitar 10 tahun sebagai pengajar di sana.

Lalu ia diminta pindah mengajar ke Madrasah Tsanawiyah. Karena lembaga butuh sarjana strata 1 yang linier atau sesuai dengan akta mengajarnya. Ia mengampu pelajaran fiqih. Pada kelas 7, 8, 9. Rombongan belajarnya cuma 3.

Kemudian dipindah lagi sebagai pengajar di Madrasah Aliyah. Saat itulah ia disuruh tugas belajar dari atasannya. Sebab di sana kekurangan pengajar dalam pelajaran Ujian Negara. Yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA serta pelajaran lain sesuai peminatannya. Maka ia memilih menjadi Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris berdasarkan kemampuan dan tuntutan kerja.

Tiga tahun sesudahnya ia diterima sebagai guru bantu SMP swasta. Tugas negara ia lakoni dengan seksama. Gajinya cukup membantu perekonomian keluarga. Di samping itu Ia bisa membeli kendaraan roda dua.

Semangat mengajar bertambah cerah. Lima tahun kemudian ia diangkat PNS Daerah. Atas berkah rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Yang patut disyukuri dengan mengajar secara profesional dan menghindari bolos kerja.

Kini murid yang pernah ia ajar menjadi pengajar. Misalnya guru PAUD, guru kelas, dan guru mapel pada lembaga yang sama dengannya. Adapula yang meraih gelar pendidikan lebih tinggi darinya yaitu S2 dan S3.

Ia biasa saja belajar Tekhnologi Informasi dan Komunikasi dari siswanya. Ia tidak malu belajar mengemudikan kendaraan dari peserta didiknya. Ia tidak sungkan bertanya tentang kesehatan pada anak didiknya. Ia juga tak segan berwirausaha dengan anak binaannya.

Bahkan ia rela mendatangi rumah anak asuhnya. Penulis dan pendiri Komunitas Sahabat Pena Nusantara. Pria kelahiran Lamongan 27 Pebruari 1983. Guna belajar menulis sepatah kata. Selanjutnya besar harapannya bisa dimuat di sosial media atau ada penerbit yang sudi mencetak karyanya.

Oleh karena itu baginya tiada hari tanpa belajar. Menghapus dan menghilangkan kata sukar. Insyaallah kelar, bila disertai doa dan ihtiar.

* Penulis adalah PRM Takerharjo Solokuro dan guru SMPN Karanggeneng Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here