Cermin Diri#105: Penerimaan Pengantin Yatim

0
635
Foto diambil dari NanaJilbab.com

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin

Bibi beserta putra dan putrinya serta calon menantu sowan ke rumah keponakannya. Seorang sarjana agama sekaligus sarjana pendidikan. Saat Ia hendak tidur siang. Tujuannya agar siap mewakili paman memberikan sambutan penerimaan pengantin pria dalam pesta nikah delapan Januari pukul 12.00. Karena paman tersebut telah berpulang ke rahmatullah sepuluh tahun silam.

Sang keponakan tak sampai hati mengecewakan mereka. Matanya basah bila mengenang jasa almarhum. Yang telah turut andil membiayai kuliah. Makanya Ia berniat menyantuni sekuat tenaga.

Dengan merendahkan suara Ia ucapkan “Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡخَبِيرُ
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti. Salawat dan salam senantiasa dicurahkan pada nabi Muhammad, keluarga, sahabat serta para pengikutnya.”

Selanjutnya Ia ucapkan selamat datang untuk bapak, ibu, saudara dan para tamu yang berkenan menghadiri resepsi pernikahan ini. Sekaligus merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan baginya, bisa menjalankan kewajiban orangtua terhadap anak. Yaitu memberi nama yang baik, menyekolahkan, memberi makan yang halal nan bergizi, menikahkan sekaligus menyelenggarakan walimah. Sabda Rasulullah “aulim walau bisyaatin.” Artinya adakanlah walimah walaupun dengan menyembelih seekor kambing (HR. Bukhori).

Berikutnya Ia terima dengan lapang dada mempelai pria. “Doakan kami agar bisa membimbing mempelai pria. Supaya mampu memberi nafkah, sandang, pangan dan papan. Lagipula sanggup memuliakan istrinya. Lantaran semulia-mulianya pria adalah yang memuliakan wanita.” Pinta ustad pada tamu undangan.

“Doakan kami jua agar mampu mempergauli pengantin wanita dengan baik. Sehingga menjadi wanita salihah. Karena dia merupakan sebaik-baik perhiasan. Dijamin masuk surga. Indikatornya adalah rajin salat lima waktu, puasa Ramadan, menjaga kehormatan dan taat kepada suami serta terampil mengatur rumah tangga.” Tandas pria berusia 46 tahun itu.

“Disamping itu mudah-mudahan kami terhindar dari perilaku tercela. Misalnya menghina., berbuat semena-mena, minggat, cemburu buta., egois, selingkuh, zina, sombong, nyinyir, cerai, menutup diri, bertengkar, manja, membuka aib, menyakiti, boros, dan acuh.”

Akhirnya terima kasih kepada semua pihak atas bantuannya dan mohon maaf atas segala kekurangan, ketidaknyamanan, maupun kekhilafan. Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya memberkahi mereka berdua dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat. Plus! Baarakallahu laka wabaaraka alaika wajama’a bainakuma fii khair. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mustamik alias pendengar seolah terhipnotis atas sambutan di atas. Singkat, padat, jelas, tepat dan runtut. Salah satu adik bibi asal Jakarta menghadiahi rangkulan penuh kehangatan. Padahal sebelumnya sinis bagaikan kisah dalam Alquran surat Abasa yang artinya berwajah masam.

*Guru SMPN 1 Karanggeneng Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here