Cermin Diri#107: Ibadahlah Meskipun Orang Tak Menyukainya

0
357
Foto diambil dari beritagar.id

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Suatu hari seorang siswi kelas delapan yang nilai pengetahuan dan keterampilan pas-pasan, jilbabnya ditempeli kertas. Bertuliskan “Aku jomblo. Ora payu. Wong aku elek.” Maksudnya Ia dimaki tidak laku dan tak ada yang sudi menemani lantaran jelek. Lantas siswi di belakangnya pun menarik rambutnya. Ia bergeming. Tak kuasa membalas keisengan teman sekelasnya.

Di lain hari seluruh siswi mengajak bolos. Saat pelajaran bahasa Inggris. Namun Ia satu-satunya siswi yang tidak terpengaruh oleh ulah yang tidak terpuji tersebut. Sikap mulia yang Ia tunjukkan patut diteladani.

Sungguh beruntung kita diciptakan dalam sebaik-baik bentuk dan rupa. Potensi diri tersebut merupakan kerugian bilamana tidak digunakan untuk beribadah tulus ikhlas dan beramal saleh. Berbuat kebaikan tanpa pamrih. Menjaga hati tetap bersih.

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.” Begitulah bunyi Alquran surat Ghafir ayat 40.

Salah satu contoh kebajikan yaitu saling menasehati melalui lisan maupun tulisan yang penuh hikmah. Lakukan berdasarkan kemampuan. Sesuai yang kita baca, amati, anut, pahami dan dengar. Alangkah gembiranya, jika ada orang yang sudi mendengarkan perkataan kita. Apalagi mau mengikuti yang paling baik di antaranya.

Andaikan ada seseorang yang tidak menyukai ketulusan kita, jangan dihiraukan. Sebab orang lain tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan. Sebaliknya kita pun tidak bertanggung jawab atas apa yang orang lain kerjakan.

Kita akan mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakan. Sementara orang jahat mendapatkan siksa. Selain itu kita tidak akan memikul beban dosa orang lain. Karena setiap perbuatan dosa seseorang dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Lebih dari itu Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Maka tulus ikhlaslah dalam beramal. Meskipun orang lain tidak menyukainya. Jadilah diri sendiri. Jangan apa kata orang lain yang telah terindikasi iri dengki.

*Guru SMPN dan Muhammadiyah Karanggeneng Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here