Cermin Diri#110: Si Kecil Vs Si Besar

0
132
Foto diambil dari Cosmopolitan FM
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Setengah tujuh pagi pas hari Minggu, ibu kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Takerharjo membekali sepuluh siswa terbaik. Sekaligus memeriksa kerapian mereka. Juga memintanya mohon restu pada seluruh guru. Untuk mengikuti ajang kompetisi uji prestasi SMA/MA/SMK Muhammadiyah se Kabupaten Lamongan dan sekitarnya.

Kemudian peserta naik kendaraan didampingi wakil kesiswaan. Jalanan cukup lengang. Kecuali di pusat kota ada pengalihan. Karena berbarengan tiga kegiatan. Yakni peresmian pesawat terbang di Dinas Pendidikan, pesta pernikahan warga, dan olimpiade di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan. Kemacetan tak terhindarkan. Untung petugas segera mengurainya perlahan. Sehingga rombongan tiba di lokasi tepat waktu, tidak sampai ketinggalan.

Setelah itu regestrasi ulang. Membayar 50.000 rupiah perorang. Masing-masing memperoleh kartu identitas, piagam, dan kudapan. Panitia mempersilakan menempati kursi atau boleh lesehan di lantai yang bersih dan bersantai di taman.

Sambil mengikuti upacara pembukaan, peserta mempelajari latihan soal. Sesekali tanya jawab dengan teman sejawat. Sungguh budaya yang patut dikembangkan. Di tengah isu merebaknya kemalasan belajar di berbagai sekolah. Lantaran kecanduan game online melalui telepon genggam.

Bel tanda masuk ruang babak penyisihan dibunyikan. Semua peserta langsung duduk sesuai nomernya. Pengawas membagikan naskah. Teknik pensekorannya adalah bila menjawab benar dapat nilai 3, salah minus 1, dan tidak menjawab diberi nol.

Selepas itu peserta keluar. Suasana berubah hingar bingar. Saling berkomentar. Bahwa jawabannya agak sukar. Para pembina menyemangati dengan sabar. Agar tidak semakin gusar, sebagian besar disuguhi jajan, soto dan minuman segar.

Lebih dari itu mereka dibimbing salat berjamaah. Di masjid yang cukup megah. Seraya berdoa, dipermudah urusannya, bermanfaat ilmunya, dan sehat jasmani rohaninya. Sebagaimana firman-Nya, berdoalah pasti dikabulkan. Selain itu, remember me, I will remember you.

Sayup-sayup terdengar pengumuman hasil koreksi panitia. Diperkuat informasi lewat grup WA. Peringkat olimpiade Ismuba (Alislam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab) yaitu dari 101 kompetitor, Saiful ke 30, Rian ke 43, Nabil ke 83 dan Citra ke 16. Sedang dari 58 peserta Ips, Nizam ke 33, Mahbub ke 26, dan Irma ke 10. Sementara Ipa, Lisa ke 33, dan Alda ke 37 dari 55 pesaing. Adapun Matematika yakni Matus ke 9 dari 65 peserta.

Segala puji bagi Allah, dengan izin-Nya Irma dan Matus masuk semifinal. Mereka menjawab tes tulis uraian 5-10 soal. Mengalahkan puluhan hingga ratusan sekolah besar. Mampu sejajar dengan sekolah sehat nasional, sekolah juara, my school my inspiration, quality of education yang berlokasi di kecamatan bahkan kotamadya.

Padahal bila ditelisik lebih jauh, Madrasah Aliyah Muhammadiyah Takerharjo berada di desa terpencil. Hanya tiga guru yang bersertifikat pendidik. Lainnya digaji sekedarnya. Yen ono. Siswanya limit, totalnya 43. Sarana prasarana sederhana. Rata-rata dari keluarga yang sosial ekonominya menengah ke bawah.

Sejurus kata Alquran surat Albaqarah ayat 249. ‘Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Oleh karenanya jangan pernah meremehkan yang kecil. Lagipula jangan terlalu bangga dengan jumlah besar. Survey membuktikan!

*Guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here