Cermin Diri#126: Covid-19, Got Keramat dan Pangeran Berkuda

0
209
Foto diambil dari Pinterest

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Relawan covid 19 dusun Takeran blusukan setiap pagi. Mengendarai sepeda mini. Menyusuri seluruh tepian, got selokan dan sungai. Niatnya mengamati pelaksanaan pola hidup sehat dan bersih. Lantaran tak banyak pihak yang peduli.

Relawan berhenti. Guna membantu seorang nenek beserta kelima anak dan ketujuh cucunya membereskan rumah pinggir kali. Misalnya menjemur kasur, padi, buku, pakaian dan mengepel lantai. Karena kebanjiran saat hujan lebat dini hari.

Keluarga tersebut panik dan berkeluh kesah. Sebab merupakan tragedi pertama kali sepanjang hidupnya. Selain itu curhat kepada sanak saudara. Pun berprasangka bahwa hal itu akibat ulah tetangga. Yang mempersempit selokan atau got di pojok huniannya.

Lantas relawan dimohon dengan hormat. Supaya sudi melaporkan pada kepala dusun setempat. Bila perlu memperkarakan kasus itu dengan cepat. Adapula yang menyuruh menegur terdakwa menggunakan nasihat bijak. Pinta pelbagai kerabat.

Relawan merenung sesaat. Berusaha mencari solusi yang tepat. Setelah menimbang, memperhatikan dan mengingat, relawan punya kiat. Menghubungi ketua RT terdekat. Lalu bersama-sama menuju rumah terdakwa bakda isyak.

Terdakwa menyambut tamunya penuh semangat. Namun membantah seluruh praduga tak bersalah yang dituduhkan padanya tanpa bukti kuat.

Terdakwa malahan menuturkan dengan memikat. Bahwasannya air yang membanjiri nenek semalam, akibat got di belakang rumahnya tersumbat. Berupa bongkahan kayu bakar dan benda padat. Malang kadak di drainase yang tertutup cor hasil swadaya. Yang baru diambilnya qobla magrib susah payah.

Disamping itu lantaran kebiasaan buruk masyarakat bagian hulu. Membuang sampah plastik, popok, dan kaleng dalam got. Terdakwa sampai kerepotan memungutinya.

Bahkan terdakwa bercerita kalau got dimaksud berhulu atau bermata air di bekas tangsi kolonial Belanda. Bermuara ke sungai Slukup. Tempat yang dianggap keramat.

Dari dulu hingga kini got tersebut airnya terus mengalir. Bercampur comberan. Walau tidak deras. Lebih dari itu menurut mitos, sesekali muncul penampakan pangeran berkuda putih menyusurinya. Atau barang aneh bin gaib lainnya. Yang hanya bisa diketahui paranormal maupun orang sakti mandraguna.

Saran para leluhur, jangan pernah mendirikan bangunan di atasnya. Siapa yang mengabaikannya, niscaya kualat dan celaka. Misalnya mengigau, kesurupan, stres, sakit menahun, dan tewas alias pergi untuk selamanya.

Ada jua yang bilang: “Jika jalan air direbut manusia. Jangan salahkan jika air merebut jalan manusia.”

Relawan dan pak RT akhirnya memahami sebab musabnya. Kemudian berterima kasih atas upaya terdakwa. Sekalian mohon maaf atas buruk sangka para tetangga.

Kisah nyata di atas memberi pengajaran bagi orang berakal. Got punya peran vital. Kerusakan got atau selokan akibat ulah tangan manusia bengal. Kala terjadi musibah jangan saling menyalahkan. Apalagi memfitnah yang lebih kejam dari pembunuhan. Melainkan cari pemecahan masalah lewat musyawarah agar terhindar dari permusuhan.

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here