Cermin Diri#175: Mes Langka, Mas Murka

0
273
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Sejak turun hujan 28 Oktober 2020 petani Takerharjo Solokuro Lamongan langsung bercocok tanam. Bertepatan salat jamaah zuhur dan hari pahlawan 10 November 2020 datang truk pengangkut mes. Pupuk buatan untuk menyuburkan tanaman (jagung) supaya baik pertumbuhannya. Emak dan warga berebut mendaftar untuk dapat membeli mes bersubsidi. Berdesakan, tak mempedulikan protokol kesehatan. Seratus enam puluh karung mes terjual dalam sejam. Emak pulang dengan tangan hampa.

Aku merasa iba. Untung bibiku rela berkorban memberikan mesnya padaku. Beliau menurutku mencerminkan sosok pahlawan. Seketika itu aku bergegas ke kios terengah-engah. Mes kutarik pakai gerobak dorong. Peluh bercucuran. Pakaian bau. Rambut berantakan.

Namun beberapa mas marah. Artinya suami, abang, kakak masih banyak yang kecewa. Bersitegang. Saling mencela dan nyinyir. Bahkan menyudutkan pemerintah. Ancam golput saat pilkada. Buruk sangka kepada tetangga. Yang berakibat buruk pula tabiatnya.

Sebenarnya kios menjual pupuk non subsidi dari Petrokimia Gresik dan mes organik. Tetapi harganya 2x lebih mahal. Lagian warga beranggapan mesnya kurang manjur.

Sebagai anak petani kucoba cari solusi. Kuhubungi kios dan ketua kelompok tani. Ia berujar. “Mes angel niku paling nggeh teng awal musim hujan. Soale sedoyo membutuhkan.”

Pemerintah desa juga kutemui agar tanggap. Sehingga seluruh pihak diajak musyawarah. BPD, LPM, dan kelompok tani serta kios. Diketahui berbagai informasi dan akar masalah. Jatah subsidi memang dikurangi. Warga membeli melebihi target. Kios sambat harus menebus tiap bulan 160 sak / 1 ret. Diduga mes dijual keluar daerah oleh oknum nakal.

Kemudian diambil keputusan. Mengusulkan agar pemerintah tetap mensubsidi pupuk secukupnya. Warga tidak terlalu berlebih-lebihan menumpuk mes. Sanksi bagi masyarakat yang nakal. Kios harap menebus mes tiap bulan, sedang kelompok tani wajib membelinya sesuai jadwal. Kios dilarang menjual keluar daerah. Peran Gapoktan supaya ditingkatkan. Saban warga berhak 1 sak mes. Dilarang saling berburuk sangka dan mengamuk.

Alhasil masyarakat mengerti. Aman dan terkendali. Mereka pun bersabar. Menunggu antrean. Kini kiriman mes datang lagi. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat mulai tercipta.

Peristiwa di atas memberiku hikmah. Sesuai isi surah Al-Adiyat. Supaya menjadi manusia yang bersyukur kepada Tuhan. Jangan tamak. Cinta harta secara berlebih-lebihan. Lalu aku bantu emak. Gunakan mes seperlunya. Sebab mes bukan satu-satunya faktor panen raya. Kemudian aku cuci tangan pakai air mengalir. Sekalian mandi hingga bersih. Sesudah itu kunikmati hidangan dari emak dan istri. Ikan bakar penyet sambal petis. Minuman madu jahe tanpa telur dan susu. Dilengkapi buah melon yang baru dipetik. Hidup bahagia senantiasa membersamai.

 

Mushlihin, Ketua LPM Desa Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here