Cermin Diri#192: Kegembiraan Muhammadiyah Takerharjo berkegiatan Ramadan

0
396
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO-

Oleh: Mushlihin*

Saya mengantar istri buwuh. Lokasinya di pantura pada Jumat 19032001 jam 08.00. Kami memberikan sumbangan kepada tuan rumah yang sedang berpesta. Kami membawa kado dan minyak goreng. Kami diajak bersarap nasi goreng. Kami berpamitan. Kami dibekali cinderamata, ikan patin dan mujair segar yang amat besar. Hidupnya di air tawar dan payau. Badannya agak panjang dan pipih serta bersisik. Telurnya dikeluarkan dari mulut induk betina.

Setiba di rumah saya mandi. Saya mentaati gugus tugas percepatan penanganan covid-19. Ada beberapa hal yang dilakukan setelah bepergian. Jangan berinteraksi dengan anggota keluarga. Cuci tangan dengan menggunakan air dan sabun selama 20 detik. Segera mandi dan keramas sehabis bepergian. Segera cuci pakaian yang digunakan. Semprot barang-barang yang digunakan dengan disinfektan, lalu dibersihkan.

Saya bergegas menuju sekolah jam 09.00. Sebab saya ditunggu teman sejawat untuk takziah ke pesantren. Kami mengucapkan belasungkawa. Kami juga menghibur hati orang yang mendapat musibah dengan doa dan hadiah sembako serta uang. Kami pun disuguhi bakso. Yaitu makanan terbuat dari daging yang dicincang. Setelah itu dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur. Bentuknya bulat-bulat atau sering disebut dengan pentol. Hati kami marem. Apalagi baksonya dilengkapi lontong dan minumannya degan.

Sesudah Jumatan saya kembali ke rumah jam 14.00. Saya keramas lagi, menyucikan diri dan membersihkan baju dari najis. Saya lalu mengetik satu paragraf yang terdiri 6 kalimat. Saya berhenti untuk salat asar. Saya menjadi segar bugar. Saya juga terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Misalnya ngrasani, gosip dan menyebar hoax. Saya pun melanjutkan menulis hingga jam 17.00. Menulis adalah amanah Tuhan kepada manusia. Allah bersumpah dengan pena dan apa yang dituliskan manusia. Selain itu andaikan para pendahulu tidak pernah menulis apa yang mereka alami, temukan dan saksikan, pastilah kita masih dalam keterlambatan atau keterbelakangan peradaban.

Saya pergi ke masjid dengan tenang kala azan magrib. Saya berjumpa dan menyapa pendakwah. Beliau akan mengimami salat sekaligus berceramah dalam rangka isro mikroj dan menyambut Ramadan. Bakda jamaah isya kami ramah tamah.

Pesertanya meliputi PRM, ortom, remas dan kiai. Jumlahnya 330 orang. Kami berdiskusi sembari menikmati makan malam di rumah jamaah. Alhasil, perintah untuk bangkit berdakwah membuncah. Pamrih terhadap Tuhan dengan merasa telah banyak beramal saleh terhindar. Memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak lenyap. Pungkasnya Muhammadiyah Takerharjo sangat gembira menyambut Ramadan dengan berkegiatan yang berkemajuan.

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here