Cermin Diri#32: Keajaiban Sakit

0
347
Foto suasana menunggu dikamar rumah sakit diambil oleh mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Sakit berarti berasa tidak nyaman di bagian tubuh karena menderita sesuatu. Siapa pun bisa sakit, tanpa tebang pilih. Bukan hanya fakir miskin, tapi juga pejabat penting.

Waktunya pun tak terduga. Kadang pagi, siang, atau malam. Juga tanpa memandang hunian, sandang dan pangan.

Seringkali kita berprasangka buruk pada Tuhan dan mencari “kambing hitam” bila sakit. Artinya orang yang dalam suatu peristiwa sebenarnya tidak bersalah, tetapi dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan, tapi sebenarnya dia sendiri yang berbuat. Sehingga memperparah keadaan.

Seyogiyanya kita mendekat pada-Nya. Tidak berbuat syirik. Misalnya menyembah tempat keramat. Melainkan ke dokter spesialis untuk berobat.

Padahal jika kita berfikir positif, sebenarnya ada hikmah dan mutiara serta keajaiban di baliknya. Dalam Hisnul Muslim doa ketika berkunjung kepada orang yang sakit adalah ‚ÄúTidak mengapa, sakitmu ini menjadi pembersih dosamu, insyaAllah.”

Lantaran sakit pula keluarga semakin utuh. Saling bercengkerama. Yang jauh berusaha pulang untuk menengoknya. Sesibuk apapun pasti ditinggalkan. Karena umumnya gampang dapat ijin atasan atau perusahaan. Sedangkan dalam kondisi sehat biasanya malah tak sempat berkumpul sanak kerabat.

Gara-gara sakit menumbuhkan tekad membasmi bibit penyakit. Sebuah fakta ada seorang putri calon legeslatif kena demam berdarah. Lalu muncul inisiatif darinya, melakukan fogging (pengasapan) jentik nyamuk di desanya. Senyampang kampanye partainya. Daripada memasang alat peraga di pohon. Sehingga menambah tumpukan sampah yang sulit terurai dan kurang sedap di pandang mata.

Akibat sakit jua warga dan tetangga semakin rukun. Mereka berbondong-bondong membesuk pasien. Sambil membawa sumbangan berupa uang maupun makanan. Khususnya jika sampai rawat inap.

Sebab sakit seringkali manusia berubah menjadi ahli ibadah. Selalu mengucapkan kalimat taiyibah dan taubatan nasuha. Sementara pada umumnya manakala diberi nikmat sehat dan sempat tambah lupa daratan. Betulkan!

Nah, mari kita temukan sisi baiknya lagi dari sakit sesuai pengalaman terbaik masing-masing. Sebagai upaya pencegahan dan mencari ridla Tuhan. InsyaAllah bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain yang beriman.

*PRM Takerharjo Solokuro. Guru SMP Karanggeneng. Alumni UIN dan UMM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here