Cermin Keindahan Islam

0
86
Islami

Oleh: R. Fauzi Fuadi *)

KLIKMU.CO

Islam selalu mengajarkan kepada umatnya agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan halal dan menyehatkan, berbusana sopan dan menutup aurat, serta memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Ini pula yang senantiasa dilakukan Nabi Muhammad dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Alkisah, datanglah salah seorang sahabat menghadap Nabi Muhammad. Ia meminta petunjuk tentang pilihannya perihal keinginan memiliki hunian yang bagus dan pakaian yang indah. “Ya Rasulullah, aku ingin memiliki rumah yang bagus dan memakai pakaian indah. Apakah itu termasuk kesombongan?” tanyanya.

“Tidak, sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sedangkan kesombongan adalah menolak kebenaran dan menggangap rendah orang lain.”

Kali lain, Nabi menjumpai Auf bin Malik. Saat itu ia mengenakan baju yang kumal, sangat tidak sedap dipandang. Kemudian beliau bertanya kepadanya, “Apakah kamu memiliki harta?”

“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku harta yang melimpah, baik unta maupun kambing,” jawab Auf. Mendengar pernyataan atas harta yang dimiliki, Nabi memintanya untuk segera mengganti baju, “Segera ganti bajumu! Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, dermawan dan menyukai kedermawanan, bersih dan menyukai kebersihan.” Mendengar titah Nabi, Auf segera kembali ke rumah untuk mengganti baju yang dikenakannya dengan baju yang bagus dan layak pakai.

Di lain hari, Aisyah r.a. pernah bercerita bahwa pada hari Jumat, ada beberapa kaum muslimin yang pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Sebagian dari mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh sehingga badan mereka mengucurkan keringat dan terkena terpaan debu.

Maka terciumlah bau badan mereka. Salah seorang di antaranya mendatangi Nabi Muhammad. Sekian meter jaraknya dari Nabi, beliau mencium bau yang kurang sedap, lantas Nabi menyuruhnya untuk segera membersihkan diri sebelum melaksanakan shalat Jumat. “Sebaiknya kamu bersihkan dirimu pada hari ini.”

Khusus untuk hari Jumat, Rasulullah Saw berpesan kepada para sahabatnya, “Mandilah kalian pada hari Jumat dengan keramas, walaupun kalian sedang tidak dalam keadaan junub, lalu pakailah wewangian.”

***

Dalam kesehariannya, Nabi Muhammad selalu menjaga diri dari bau tak sedap dengan mengenakan wewangian dan senantiasa menjaga kebersihan mulut dengan bersiwak. Beliau punya sikkah yang digunakan sebagai parfum. Karenanya, beliau dengan senang hati menerima hadiah parfum. Setiap kali ada sahabat yang menghadiahkan parfum, beliau tak pernah menolaknya.

Nabi pun memakai wewangian ketika berirham dan menghalalkan hukumnya hingga sebelum thawaf di Baitullah. Mengenai hal ini, Aisyah r.a. berujar, “Aku mengusap Rasulullah dengan parfum terbaik yang kutemui, dan aku mendapatkan beliau lebih tampan dari sebelumnya. Minyak telah membuat rambut dan janggutnya mengkilat. Dan pada saat itu, beliau sedang berihram.”

Di samping menjaga diri agar tetap harum, Nabi pun selalu memperhatikan penampilannya. Hal ini terlihat pada sorban yang dikenakannya. Sorban Nabi tidak terlalu besar sehingga tidak membahayakan kepala, juga tak terlalu kecil sehingga cukup melindungi kepala dari panas dan dingin. Sorban yang dikenakannya berukuran sedang dengan ujung sorban menjulur di bawah dagu. Hal ini dimaksudkan agar melindungi leher dari panas dan dingin. Juluran sorban ini dapat mengokohkan sorban di atas kepala sewaktu naik kuda atau unta pada saat perang.

Sorban Nabi pun selalu diolesi dengan minyak za’faran, sehingga Anas bin Malik r.a. memuji Nabi terhadap penampilan serta kebersihan dirinya. “Aku tak pernah mencium bau yang lebih harum dari pada yang dimiliki Nabi Saw,” ujarnya. Adapun baju yang Nabi miliki kebanyakan berwarna putih dan bergaris-garis, sebab Nabi selalu menyukai warna putih.

Saat terjaga pada malam hari, Nabi selalu membersihkan mulutnya dan sela-sela giginya dengan siwak (gosok gigi). “Seandainya tidak memberatkan bagi umatku, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap hendak salat.”

Dinukil dari riwayat-riwayat shahih dan mutawatir

________________________

*) Penulis adalah jurnalis media daring dan pembina khusus jurnalistik di Ponpes Karangasem Paciran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here