Cerminan Diri #89: Habis Akal Baru Tawakal

0
263
Foto diambil dari Okezone Muslim

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Rencana padat seorang kepala sekolah hari Jumat tersendat. Bermula dari ambil uang di ATM. Baru mau masuk, nasabah lain bilang. Mesin kosong. Hanya bisa mengecek saldo. Petugas menyarankan lewat kasir. Namun Ia tak bawa buku tabungan.

Kemudian Ia beringsut ke sekolahan. Bendahara koperasi telah menghadang. Minta pelunasan tagihan. Terus terang Ia jelaskan duduk permasalahan. Nun jauh dari bilik pintu, kepegawaian memberi juga undangan walimahan. Sembari sedikit sungkan, Ia terpaksa pinjam uang. Dua ratusan ribu. Sebagian dimasukkan amplop. Siap kondangan.

Wajah berbinar. Berubah nanar. Karena kurang beruntung. Kendaraan yang tersedia tidak muat. Sehingga Ia urungkan niat. Titip sumbangan pada sahabat karib.

Sambil nunggu berkat atau makanan yang diperoleh dari kenduri, Ia manfaatkan servis sepeda motor. Berbekal uang sisa di dompet. Apes, bengkel tutup. Akibatnya motor susah dihidupkan. Ia berbalik arah. Sial, peleg belakang retak. Ban tubles pun akhirnya bocor. Maksud hati menemui guru terdekat. Tapi telah tiada di sekolah. Pulang untuk persiapan khutbah.

Ya sudahlah. Lalu Ia buka chat. Ada panggilan ke Rintisan Sekolah Berstandar Internasional. Terima bantuan meubelair. Senang campur bingung. Ia tawarkan rekan sejawat. Mereka sepakat agar tak ditolak. Giliran cari armada, agak susah. Karena tak dipesan sebelumnya.

Ia hampir habis akal. Maka Ia telepon sepupu. Supaya cari mobil pick up di sana. Sekaligus mengawalnya. Hingga petang belum ada kabar. Hati semakin gusar. Jelang magrib gawai bergetar. Tersiar info, sepupu mohon maaf. Gagal total menyewa mobil.

Ia tawakal. Pasrah diri kepada kehendak Allah. Percaya dengan sepenuh hati kepada Allah. Dalam penderitaan dan kekecewaan. Sebagaimana pepatah habis akal baru tawakal. Artinya sesudah berikhtiar, baru berserah kepada Allah yang maha besar.

Istilah tawakal dalam Alquran ada pada 8 (delapan) surat. Yakni Ali Imran 159, An Nisa 81, Al Anfal 61, Hud 123, Al Furqan 58, As Syuara 217, An Naml 79, Al Ahzab 3 dan 48. Jika seorang mukmin telah bertawakal, terlimpahlah ke dalam dirinya sifat terhormat. Ia tidak takut lagi menghadang maut. Ia memperoleh berbagai ilham dari Allah untuk mencapai kemenangan.

Ma·sya Allah. Upayanya dikehendaki Allah. Sabtu Ia berhasil transaksi. Penarikan tabungan dari bank. Hutang koperasi dan kenduri lunas dibayar tunai. Tak luput bersedekah dan zakat 2,5 % dari profesi.

Ahad beli ban motor. Sekalian perbaikan onderdil yang telah aus. Sehingga mampu mencegah kecelakaan. Bila diabaiikan, akan memperbesar pembiayaan. Bahkan nyawa jadi taruhan.

Senin dinihari pengiriman meubelaur kelar. Semoga bisa meningkatkan mutu pembelajaran. Sementara penderma memperoleh balasan berlipat ganda.

*Tenaga pendidik dan kependidikan MAM 8 dan SMPM 5 Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here