Cetak Generasi Qur’ani sejak Dini demi Islam Berkemajuan

0
187
Siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya ketika mengikuti munaqasyah. (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kegiatan munaqasyah tahfidz oleh Tajdied Center juz 30, 29, surah Ar Rahman, juz 1, dan 2 terlaksana dengan baik. Munaqasyah yang dilaksanakan di kampus Mumtas –julukan SD Muhammadiyah 10 Surabaya– dan Masjid Jenderal Ahmad Yani, Sidoyoso 5/29, berlangsung selama dua hari (Sabtu, 31/1/2021 dan Senin, 1/2/2021). Tercatat 42 murid mengikuti kegiatan itu.

Setelah sepekan mengikuti bimbingan intensif secara virtual, kini mereka harus berjuang di depan empat munaqis untuk mempertahankan hafalan guna mendapatkan syahadah. Munaqasyah tahun ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Untuk menghindari kerumunan, peserta dibagi dua hari yang terbagi menjadi beberapa ruang.

“Diawali dengan shalat Dhuha di Masjid Jenderal Ahmad Yani dan mohon doa restu kepada orang tua serta ustadz-ustadzah, mereka bersemangat melantunkan ayat-ayat  suci Al-Qur’an. Terlihat wajah yang gembira bercampur tegang, tidak henti-hentinya selama menunggu giliran dipanggil, mulut mereka komat-kamit murajaah,” terang Ahmat Sulkan, direktur Roudhotul Huffadh Mumtas.

Ahmat Sulkan menambahkan, tahfidh merupakan program Mumtas yang senantiasa dikawal dan dikembangkan. Selain ustadz-ustadzah internal sekolah, ada beberapa ustadz yang hufadz sengaja didatangkan untuk membina dan memberi penguatan serta motivasi.

“Kami sangat bersyukur, di tengah pandemi yang sangat melelahkan, anak-anak masih bersemangat untuk menghafal Al-Qur’an. Meskipun jumlah peserta agak menurun dibanding tahun lalu, ini merupakan capaian yang luar bisa, malah ada yang bisa menghafal juz 2,” tambah Kepala Sekolah A. Munhamir.

Munhamir pun berharap gerakan ini tidak sebatas kepada anak-anak. Sasaran berikutnya adalah menciptakan keluarga-keluarga Qur’ani yang senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai budaya.

Reva, siswi kelas 6 yang ikut munaqasah juz 2 (sudah bersertifikat juz 30, Ar Rahman, Juz 29, dan 1), menuturkan, munaqasyah tahun ini sangat melelahkan. Dia harus berjuang secara mandiri karena pembinaan dilakukan secara virtual.

“Saya bersyukur masih diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk menghafal. Semoga tidak grogi didepan munaqis dan bisa mempertahankan hafalan,” jelasnya.

Sementara itu, Ustadz Misbahul Munir, direktur Tajdied Center, ketika dihubungi  terpisah menuturkan bahwa gerakan Muhammadiyah menghafal harus terus-menerus digelorakan dan diperkuat dalam berbagai kondisi dan kedaan, terutama di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan mencetak generasi Qur’ani sejak dini, insya Allah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta Indonesia berkemajuan akan lebih mudah terealisasi,” ujarnya. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here