Cetak Generasi Qur’ani sejak Dini, Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya Dapat Terwujud

0
277
Suasana munaqasah tahfidz di acara Tahfidh Camp In Holiday. (Munhamir/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Sabtu (18/1) merupakan hari yang cukup menegangkan bagi 68 siswa-siswi Mumtas (SD Muhammadiyah 10 Surabaya) yang mengikuti munaqasah tahfidz oleh Tajdid Center untuk juz 30, 29, surah Ar Rahman, dan juz 1.

Setelah tiga hari mengikuti Tahfidh Camp In Holiday, kini mereka harus berjuang di depan tujuh munaqis untuk mendapatkan sertifikat hafalan.

“Diawali dengan shalat Dhuha di Masjid Jenderal Ahmad Yani dan mohon doa restu kepada orang tua serta ustadz-ustadzah, mereka bersemangat melantunkan kalimat-kalimat suci Al-Qur’an. Terlihat wajah yang gembira bercampur tegang, tidak henti-hentinya selama menunggu giliran dipanggil, mereka komat-kamit murajaah berpasangan dengan teman yang telah ditentukan.

“Tahfidh merupakan program Mumtas yang senantiasa dikawal dan dikembangkan. Selain ustadz-ustadzah internal sekolah, juga ada beberapa ustadz yang hufadz sengaja didatangkan untuk membina dan memberi penguatan serta motivasi,” jelas Saifun Nur, direktur Roudhotul Huffadh Mumtas.

“Kami berharap gerakan ini tidak sebatas kepada anak-anak, namun sasaran berikutnya adalah menciptakan keluarga-keluarga Qur’ani yang senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai budaya,” timpal A. Munhamir selaku kepala sekolah.

Ariny, siswi kelas 6 yang ikut munaqasah juz 1, (Sudah bersertifikat juz 30, Ar Rahman, dan 29) juga menuturkan hal senada. Namun, dengan persiapan dan senantiasa murajaah, ia sangat yakin Allah SWT akan dapat menolong teman-teman semua mempertahankan hafalan di depan tujuh munaqis.

Mama Jibril, salah seorang wali murid kelas 1 yang ikut mendampingi putranya, mengatakan bahwa ia merasa tegang dan nervous walaupun tidak ikut munaqasah. Ia berharap semua peserta diberi kelancaran oleh Allah SWT.

Sementara itu, Ustadz Misbahul Munir selaku direktur Tajdied Center yang sekaligus sebagai munaqis menuturkan, gerakan Muhammadiyah menghafal harus terus-menerus digelorakan dan diperkuat.

“Dengan mencetak generasi Qur’ani sejak dini, insya Allah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta Indonesia berkemajuan akan dapat terealisasi,” katanya. (Munhamir/Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here