Corona Makin Tersebar Luas, Din Syamsuddin Serukan 5 Hal Ini

0
235

 

KLIKMU.CO – Pada Rabu (11/3/2020), Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin menyampaikan beberapa maklumat dan seruan kepada khayalak luas terkait dengan virus corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi dunia dan merenggut sekitar 4.500 orang dan menjangkiti lebih 120 ribu orang di mancanegara, termasuk di Indonesia. Di Indonesia terdapat 37 kasus orang dan 1 orang meninggal. Seruan dan maklumat itu adalah sebagai berikut.

1. Menyadari bahwa persebaran virus corona adalah krisis dunia  (global coronavirus crisis) dan wabah yang mendunia (pandemi), semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat perlu meningkatkan rasa keprihatinan tinggi (sense of crisis), bersikap jujur dan terbuka menyadari bahwa krisis ini sebagai musibah besar (tidak menganggapnya sepele). Adalah cukup beralasan bagi pemerintah Indonesia untuk menyatakan bahwa Indonesia darurat wabah corona. Untuk itu, pemerintah perlu memperketat pengawasan arus masuk manusia melalui semua pintu ke dalam wilayah Indonesia dari mancanegara, khususnya dari negara sumber virus corona (Jepang, China, Korea Selatan, Italia, dll).

2. Kepada seluruh keluarga besar bangsa untuk bersatu padu meningkatkan solidaritas kebangsaan menghadapi dan mencegah persebaran wabah tersebut di seluruh penjuru Tanah Air.

3. Kepada keluarga besar bangsa, khususnya umat beragama, untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, memperbanyak doa memohon perlindungan-Nya agar tidak menurunkan azab yang melampaui batas kemampuan manusia mengatasinya.

4. Selain itu, perlu dilakukan ikhtiar manusiawi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknogi untuk mencegah dan mengatasi persebaran Covid-19 lebih luas lagi, yaitu dengan memasang alat deteksi dini, khususnya di tempat-tempat umum. Begitu pula, warga masyarakat perlu melakukan upaya untuk menjaga kesehatan bersama dengan menghindari langkah yang walaupun baik tapi dapat menularkan virus (seperti bersalaman secara tidak higienis). Tidaklah mengurangi keakraban jika, untuk sementara waktu, bersalaman tanpa menyentuh tangan.

5. Kepada semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk mengerahkan segala daya dan upaya, seperti membuka sarana pemeriksaan kesehatan baik rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat lainnya, menyediakan masker pelindung, menyediakan obat pembersih tangan (hand sanitizer), dan mengembangkan pengobatan tradisional dengan memanfaatkan sumber daya nabati yang ada di Nusantara. Khusus tentang masker, seyogianya tidak ada pihak yang boleh mengambil keuntungan dengan menimbun atau menaikkan harga. Dalam keadaan krisis seperti ini, seyogianya pemerintah dapat menyediakan masker secara gratis kepada warga masyarakat yang sangat memerlukannya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here