Dahnil: Densus 88 Harus Terbuka Terkait Kematian Terduga Teroris MJ

0
740
Suara Keadilan: Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah meminta agar Densus 88 Polri bersikap terbuka.

KLIKMU.CO – Belum tuntas kasus hukum kematian Siyono, kini muncul kasus sama. Muhammad Jefri (MJ) terduga teroris meregang nyawa di tangan Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Terlepas dari apakah terlibat dalam jaringan terorisme atau tidak, satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia ini, harus terbuka terkait dengan kematian MJ. Peristiwa seperti ini, dinilai, bukan justru mengubur terorisme, namun justru mereproduksi terorisme baru. Apalagi, sehari setelah kematiannya, jenazah MJ baru dikembalikan ke pihak keluarganya.

Sebagai respons kasus tersebut, Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) menyikapinya dengan serius.

Kepada KLIKMU.CO, Rabu (14/2) pagi, Dahnil menyampaikan bahwa ada sinyal kejanggalan terkait dengan kematian MJ. Agar sinyal kejanggalan itu tidak menjadi fitnah dan tuduhan terhadap Kepolisian, penting kiranya Densus 88 perlu menjelaskan secara terbuka hasil autopsi jenazah MJ.

“Perlu diautopsi, jika perlu dari tim independen, apakah benar yang bersangkutan meninggal karena komplikasi penyakit seperti keterangan polisi,” tutur Panglima Tertinggi KOKAM tersebut.

Dia mengungkapkan, jangan sampai pihak Polri mengabaikan proses penegakan hukum yang beradab, apalagi mengulangi preseden buruk kematian Siyono yang waktu itu diadvokasi oleh Pemuda Muhammadiyah.

Karena itu, Dahnil memberi saran. Pertama, Densus 88 dan Kepolisian harus terbuka menjawab ini. Kenapa keluarga, lanjut Dhanil, dilarang membuka kafan jenazah MJ pada saat diserahkan kepada keluarga.

“Saya berharap Densus 88 dan Kepolisian terbuka. Bila memang ada kesalahan harus ada hukuman pidana yang jelas. Tidak seperti kasus Siyono yang sampai detik ini tidak jelas penuntasan hukumnya,” tandas pria asli Sumatra Utara ini.

“Kedua, pihak keluarga kami dorong mencari keadilan secara aktif dan tidak perlu takut. Silakan bawa kasus kematian MJ ke Komnas HAM agar bisa ditangani oleh institusi negara tersebut agar dibuktikan penyebab kematian,” pungkasnya. (Ferry/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here