Dahnil: Muhammadiyah Mengendong Harapan

0
217
Foto Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil A Simanjutak (pegang keris) diambil dari dokumen pribadinya

KLIKMU.CO

Oleh: Dahnil A Simanjutak*

Beberapa minggu yang lalu aku hadir di reuni SMA Muhammadiyah 1 Kota Tangerang. SMA yang telah aku tinggalkan sejak 18 tahun yang lalu, dan nyaris tidak pernah aku kunjungi lagi.

Berulangkali aku diajak berkunjung, tapi berat. Entah kenapa berat. Ada banyak kenangan, dan hutang yang belum mampu aku bayar. Ya, Hutang yang belum mampu aku bayar, bahkan tepatnya tidak akan pernah mampu aku bayar.

Sampai, satu hari adik kelas ku mengundang dan memaksa agar aku perkenan hadir dalam reuni akbar SMU Muhammadiyah 1 Kota Tangerang. Terus terang aku berat untuk hadir, tapi karena desakan dan harapan agar aku perkenaan hadir dan menyampaikan ceramah singkat, maka aku pun berjanji untuk hadir.

Satu hal yang menyebabkan saya enggan untuk hadir. Malu. Ya saya malu, karena belum bisa memberikan sesuatu yang nyata bagi kebaikan sekolah tempat dimana aku memperoleh “harapan baru” untuk memulai masa depan.

Syahdan. Ketika hijrah dari Sibolga ke Tangerang, saya dan keluarga dalam kondisi terpuruk secara ekonomi, terpuruk secara sosial. Bangkrut. Papa terpaksa bekerja apa saja di Jakarta, mulai menjadi kenek kopaja Cileduk-Tanah Abang, Supir Taksi Blue Bird, sampai berdagang ikan basah dipasar Ciledug. Ketika pertama sekali tiba di Tangerang, Papa berusaha mendaftarkan saya ke sekolah negeri, namun saat itu uang pendaftaran dll terasa mahal sekali. Pupus harapan agaknya untuk bisa melanjutkan sekolah menengah atas, saat itu.

Sampai, arah langkah berjalan menuju SMA Muhammadiyah 1 Kota Tangerang, digandeng salah satu Paman ku, aku didaftarkan ke SMA Muhammadiyah 1 Kota Tangerang, tidak perlu bayar uang pangkal, bahkan selama bersekolah di SMA Tersebut, saya nyaris tidak pernah membayar, karena kepala sekolah saya, Drs Dadang Setiawan saat itu, selalu menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi. Jadilah, saya selalu mendapat beasiswa dari sekolah.

Ditengah anak-anak lain menikmati sekolah normal, saya pagi jam 3 dini hari sudah bangun untuk berangkat menuju Pasar Cileduk untuk membantu papa berdagang ikan basah, jam 5 pagi kembali ke rumah untuk bersiap berangkat sekolah, pulang sekolah saya berangkat menuju rumah sakit Amerika Lestari Cileduk untuk bertugas sebagai juru parkir sampai sore hari, dan kembali sebelum maghrib sambil membawa uang untuk dibelikan makan malam bagi kami sekeluarga. Ditengah perjuangan hidup seperti itu yang paling aku syukuri adalah sekolah Muhammadiyah yang memberikan harapan baru untuk melanjutkan pendidikan dan memahami kesulitan ekonomi yang aku dan keluarga alami.

Peristiwa diatas yang saya sebut “harapan baru”, ketika ada seorang anak yang kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikannya, Muhammadiyah hadir memberikan harapan itu. Saya kehilangan harapan dan yang saya pahami sampai saat ini adalah hidup yang paling menyakitkan adalah hidup yang tidak bisa menyimpan harapan dan pilihan, dan Muhammadiyah hadir menyediakan harapan itu.

Itulah mengapa saya merasa malu, ketika hadir di reuni namun tidak dan belum bisa memberikan kebermamfaatan yang luar biasa buat sekolah dan Muhammadiyah yang menghadirkan harapan bagi saya, karena saya memang tidak akan pernah mampu membayar hutang itu, tidak akan pernah sama sekali.

Muhammadiyah bagi saya bukan sekedar Gerakan, Organisasi, atau jamaah. Tapi lebih daripada itu, Muhammadiyah adalah ruh yang memberikan harapan untuk menggerakkan masa depan, bukan sekedar tetang fiqh Islam yang diwujudkan melalui tarjih, tapi tentang menghadirkan harapan bagi peradaban, harapan untuk umat manusia menjadi lebih baik. Visi ini harusnya tersimpan dalam setiap pribadi dai/aktivis Muhammadiyah. Muhammadiyah hadir dengan membawa harapan kepada kemanusiaan untuk membangun masyarakat utama (ummah), Muhammadiyah harus datang ke setiap
Umat dengan menggendong harapan bahwa mereka bisa menjadi lebih baik, dan harapan itu hanya bisa digendong oleh mereka yang merawat Ruhul ikhlas dan Ruhul Jihad yang dibingkai akhlak yang baik. Sahabat mari terus gendong harapan itu dan hadirkan kepada semua orang.

*Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here