Da’i Muda Muhammadiyah Zaman Milenial Harus Profesional

0
843

KLIKMU.CO – Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Da’i dan Tugas Da’i menjadi bagian penting dari pelatihan Muballigh Muda Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Sabtu (28/4) lalu.

Dikky Syadqomulloh, M.HEs. Sekretaris Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya mengatakan, fokus grup diskusi yang pertama adalah pemetaan da’i yang memiliki potensi.

Tolong nanti, tugas yang kami berikan dikerjakan dan diserahkan ke kami. Sehingga follow up dari pelatihan ini akan ada pertemuan bisa setiap seminggu sekali atau sebulan sekali untuk mengasah potensi yang kita miliki,” katanya di tempat pelatihan, Hotel New Start Jl Raya Trawas Dusun Slepi Desa Ketapen Rame Trawas Mojokerto.

Dikky menilai, bahwa terkait public speaking, Da’i yang sudah bagus sebaiknya selalu ditingkatkan. Baik dari qori, tartil, juga dakwah bidang IT (Ilmu dan Teknologi) di era milenial.

“Ustadz Abdul Shomad tidak akan muncul dengan baik tanpa ada tim IT yang baik,” papar Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur itu.

Meski demikian, Dikky tidak menampik dalam pemetaan tersebut ada kendala.

“Problem pasti ada, teman-teman yang mempunyai hambatan tolong disampaikan, kita akan bersama-sama mencari solusinya,” katanya.

Dia meminta, supaya kendala yang bisa dituntaskan dengan cara berdiskusi dan berkoordinasi dengan teman-teman PDM Kota Surabaya.

Menurutnya Ngaji itu penting. Karena di sana dapat menambah keilmuan.

Kata Dikky, bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan dengan enak? Kalau kita tidak memiliki ilmu, dipastikan kurang mantap menjawab pertanyaan dari jamaah.

“Inilah yang dinamakam da’i profesional itu. Bicaranya tertata dan sistematis. Kami ingin di Muhammadiyah itu mencetak Da’i yang profesional,” katanya.

Dia mengatakan, bagi hafalannya sudah banyak nanti juga dipetakan. Juga ada da’i yang Sarjana nanti bisa diarahkan ke Universitas Muhammadiyah untuk mendapat beasiswa atau yang lainnya.

Dalam FGD ini pula, tambah Diky, tugas Da’i kedepannya membentuk Ikatan Muballigh Muda Muhammadiyah (IM3). Dia meminta bisa dibentuk struktur yang baik.

“Supaya kita ada ikatan, ngaji bersama-sama setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali, dengan bagitu IM3 ini bisa menjadi kuat.”

Tidak kalah penting, tugas da’i masuk ke Ortom. Diky menilai di ortom-Ortom sudah mulai sedikit mengalami kegelisahan terkait pengkaderan. Maka, Muballigh muda harus menjadi pelopor, kreator dalam rangka dakwah Islam Muhammadiyah. (Habibie/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here