Dakwah Bil Hal: Cara Muhammadiyah Merawat Warga Eks Lokalisasi

0
743
Prof Habib berkunjung di SD Muhammadiyah 11 yang berada di kawasan eks lokalisasi.

KLIKMU.CO – Setelah kunjungan dari Kampung Nelayan Sukolilo (22/10/2019) sore itu bersama Prof Habib Chirzin, acara selanjutnya ialah berkunjung ke kawasan eks lokalisasi di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan, Surabaya.

Meski terjebak di beberapa titik kemacetan, Prof Habib bisa menikmati keindahan taman Kota Surabaya. Perjalanan membutuhkan waktu 1 jam. Menjelang magrib, kami tiba di SD Muhammadiyah 11 Surabaya dan disambut dengan PCM dan PCA Krembangan. Prof Habib kagum atas deretan piala yang dipajang sebagai bukti prestasi yang diraih sekolah selama ini.

Pertemuan dan dialog mengalir begitu produktif. Ketika Sutikno memaparkan sekilas keberadaan lokasi sekolah ini yang berada di dalam kawasan eks prostitusi, kami bersama PCM dan PCA Krembangan berusaha melakukan perubahan sosial dengan dakwah bil hal, meski berat tantangan tidak mengurangi semangat kami dalam berjuang.

Demikian pula dr Layla menyampaikan. “Ada banyak program layanan sosial, khususnya bagi warga terdampak penutupan lokalisasi, dengan memberikan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Prof Habib tampak serius mendengar pemaparan usaha perubahan sosial, kemudian mendekat duduknya pada ibu-ibu aktivis perubahan sosial agar lebih familier menyampaikan pengalaman dan permasalahan.

Sebagaimana dinyatakan Nur Aini yang terus berusaha melakukan pemberdayaan ekonomi, kami ingin kawasan ini lebih baik dalam penataan sosial dan meningkatkan kesejahteraan khususnya pada warga terdampak dengan pembinaan keterampilan menjahit, aneka kuliner, mencuci pakaian, dan lainnya.

Dua orang warga terdampak turut hadir bersama menyampaikan suka dukanya dan sangat berterima kasih pada Muhammadiyah dan Aisyiyah Krembangan yang begitu besar perjuangannya. “Sehingga kami sudah bisa ngaji, shalat, dan usaha ekonomi,” kata mereka.

Selanjutnya Prof Habib menyampaikan untuk terus mengisi perubahan sosial ini dengan dakwah bil hall. Lalu ditulis dan didokumentasikan agar apa yang dilakukan ini bisa menjadi bagian dari solusi atas perubahan sosial di daerah lokalisasi.

“Memang persoalan prostitusi menjadi persoalan di berbagai negara yang sempat dikunjungi, dan ternyata Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah memberikan kontribusinya dengan dakwah bil hall,” ujarnya.

“Kami akan membantu menyebarkan usaha yang dilakukan pada negara negara di dunia yang masih terlilit problem prostitusi. Kami berterima kasih telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dalam proses perubahan sosial. Semoga usaha ini menjadi model penataan sosial sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah,” tandasnya. (Andi H/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here