Dakwah bil Medsos Juga Ada Triknya

0
93
Iftita Chunni’mah City Seller Performance (Tokopedia Region Surabaya) memberikan materi tentang optimalisasi medsos. (Erfin/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Departemen Dakwah dan Kominfo Pimpinan Wilayah Nasyiatul Asyiyah Jawa Timur menggelar acara webinar dakwah dengan tema “Menginspirasi Milenial lewat Dakwah Virtual”, Sabtu (17/4/2021). Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Qurrotu Ainy, pemenang dakwah virtual nasional Muhammadiyah.

Menurut Ainy, tulisan di status/story Whatsapp, Facebook, Instagram harus mengandung caption positif dan inspiratif. Foto juga jangan lupa disertai caption dakwah. “Berdagang sambil berdakwah, jangan posting dagangan melulu,” ujarnya.

Ainy melanjutkan, pendakwah dapat pula disebut sebagai influencer. Mereka memiliki tugas mengajak orang untuk berbuat kebaikan sesuai perintah Allah SWT, tapi harus kreatif dan menarik karena tujuannya mengajak, bukan memaksa.

“Artinya, menyampaikan kebaikan, tidak untuk membuat orang berubah seketika kepada keyakinannya, tapi memberikan pengetahuan tentang indahnya Islam. Karenanya, dai-da’iyah harus memiliki kemampuan membuat konten kreatif,” paparnya.

Qurrotu Ainy (kanan) menjelaskan cara mendesain dakwah bil medsos yang menarik dan inspiratif. (Erfin/Klikmu.co)

Bagaimana mendesain dakwah bil medsos yang menarik? Ainy punya tipsnya. Pertama, perdalam kedekatan dengan allah. Jangan sampai karena asyik di media sosial untuk niat berdakwah, kita malah lupa membangun kedekatan dengan Allah.

Kedua, pendakwah harus baper. Maksudnya? “Membawa perasaan atau hatinya, memahami apa yang disampaikan,” ujarnya. Dakwah itu harus ikhlas, istiqamah, taqwa, dan optimistis. Kalau kita dakwah dari hati pasti akan sampai ke hati juga.

Ketiga, pahami kebutuhan umat. Jika mengerti kebutuhan umat, kita dapat menyampaikan dakwah sesuai dengan apa yang menjadi keresahan mereka. Sampaikan materi yang mengangkat topik kekinian. “Misal, Medsosmu Ladang Pahalamu, Idola Pemuda Milenial,” tuturnya.

Keempat, buat judul antimainstream. Sebab, baginya, judul yang menarik, unik, membuat penasaran dan tak biasa akan menjadi daya tarik tersendiri. Misalnya, Baper sama Semut, Simpan Hartamu di Langit.

Berikutnya, gali passion, branding ciri khas, dan percaya diri. Kita harus dapat menemukan hal menarik dalam diri untuk jadi ciri khas dalam berdakwah. Keenam, buat konsep yang tepat. “Ketika sudah menemukan ide materi, buat konsep video yang kreatif dan relevan dengan materi agar dalam proses pengambilan gambar tidak memakan waktu yang lama dan hasilnya menarik,” ujarnya.

Ketujuh, perbanyak referensi. Bisa melalui membaca buku atau video. Kedelapan, perhatikan durasi. Dakwah virtual harus disampaikan secukupnya. Jangan terlalu lama agar tidak membosankan. “Normalnya 5-7 menit, maksimal 9 menit,” katanya.

Kesembilan, perkuat dengan dalil. Dan terakhir, jangan lupa closing yang manis. Di akhir video dakwah, berikan penutup dengan kalimat motivasi yang manis agar ada point closing yang dapat merasuk ke hati penonton dan membuat mereka menganggukkan kepala. “Misal, kini saatnya kita berbaris dalam dakwah dan berpeluk dalam ukhuwah,” tandasnya.

Optimalkan Media Sosial

Iftita Chunni’mah Q. dalam materi berikutnya menyampaikan, konten media sosial setidaknya harus mengandung empat unsur. Konten yang menghibur,konten yang inspiratif, konten yang edukatif, dan konten yang berusaha meyakinkan audiens untuk melakukan sesuatu.

Bagaimana teknis pembuatan konten, khususnya dalam dakwah virtual? Pertama, rencana pembuatan konten (per minggu/per bulan). Lalu, buatlah konten setidaknya 1 minggu sebelum tanggal upload. “Jangan lupa caption yang menarik dan hashtag yang digunakan bisa sesuai,” ujarnya.

Para peserta webinar dakwah “Menginspirasi Milenial lewat Dakwah Virtual” yang digelar Departemen Dakwah dan Kominfo Pimpinan Wilayah Nasyiatul Asyiyah Jawa Timur. (Erfin/Klikmu.co)

Membuat konten di Instagram dan Youtube juga ada ilmu dan tata caranya. Iftita menjelaskan, untuk konten IG, sediakan tools seperti handphone, kamera, dan tripod. Kemudian, video berdurasi 1-3 menit (feed/IGTV). Gambar juga harus jelas dan jernih. Berikutnya, background disesuaikan.

“Jika ingin memasukkan video ke story, usahakan mengambil gambar secara vertikal atau portrait,” ujarnya.

Kemudian, untuk Youtube, alatnya sama dengan IG. Cuma, durasi video lebih lama, 5-10 menit. Gambar harus jelas dan jernih. Lalu, pengambilan gambar horizontal/lanskap. “Jika ingin ada video yang dipotong-potong, usahakan kualitasnya sama, baik cahaya, suara, dan lain-lain,” katanya.

Iftita punya tips agar kita aktif di media sosial, khususnya dalam berdakwah. Pertama yang harus dilakukan adalah clear message. Tentukan satu narasi atau cerita atau key message yang konsisten. Lalu, bikin konten yang dipedulikan audiens, yang memancing untuk dibicarakan agar brand/merek dan audiens terus terhubung.

“Jangan lupa analisis dan evaluasi konten yang sudah dibuat. Terus terbuka dengan model konten dan tren media sosial yang baru,” ujarnya. “Dan yang paling penting: konsisten!” tandasnya. (Erfin/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here