Dakwah via Media Elektronik, Cara TB Care Aisyiyah Surabaya Wujudkan Surabaya Sehat

0
1284
Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya talkshow Stop TB di salah satu televisi swasta.(Foto:Bunda Tri)

KLIKMU.CO – Tekad Community TB Care Aisyiyah Kota Surabaya dalam memberantas penyakit Tubercolosis (TBC) di Surabaya dibahas tuntas Live talkshow ‘TOSS TBC dimulai dari keluarga’ di BBS TV Surabaya, Selasa (20/3) siang ini.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Kepala Puskesmas Dupak Bangunsari, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, juga Community TB Care Aisyiyah. Empat narasumber tersebut memberikan penjelasan dan wawasan terkait bagaimana penyebaran dan penanggulangan penyakit ini pemirsa BBS TV.

Dalam mengawali perbincangan, Hj. Alifah Hikmawati, S. ThI Ketua PDA Kota Surabaya menyampaikan peran komunitas TB HIV care Aisyiyah Kota Surabaya dalam penanggulangan TBC yang sudah berjalan mulai tahun 2014 sampai saat ini.

Bersama para pakar kesehatan, dia menyinggung akan penemuan kasus yang belum maksimal tertangani dan masih tingginya jumlah kematian akibat penyakit TBC itu.

Menurut Alifah, hal mendasar yang menjadi tantangan bersama adalah meningkatnya kasus TB MDR – TB HIV TB Tulang , TB kelenjar , TB Kulit serta TB anak dan masyarakat rentan lainnya.

Kata Alifah, Gerakan 1-15 yang baru di launching TB Care Aisyiyah Kota Surabaya di Puskesmas Tandes itu, dalam rangka penyuluhan terhadap masyarakat mencari dan menemukan suspect atau terduga TB. Caranya, dengan mengunjungi dan mendampingi pasien TB dalam menelan obat hingga pasien sembuh melatih keluarga pasien agar lebih memahami pasien TBC.

“Pelatihan Pengawas Minum Obat (PMO) yang diselenggarakan setiap bulan secara berkelanjutan (kontinuitas) untuk keluarga pasien penderita TBC dengan memberikan support bagi pasien TB berupa transport dan nutrisi serta melakukan advokasi ke legislatif dan eksekutif,” ujar Hj. Alifah dengan serius.

Sementara itu, Nurul Laila Kepala Puskesmas Dupak menjelaskan, penyebab atau gejala sekaligus tindakan prefentif (pencegahan) tidak hanya tanggung jawab bagi pasien. Namun, juga bagi lingkungan sekitarnya yang rentan tertular.

Tidak sekedar wacana, Siti Maslamah Koordinator Community TB Care Aisyiyah mengungkapkan bagaimana peran Aisyiyah dalam peringatan Hari TB sedunia yang diperingati setiap tahun kali ini.

Gerakan 1-15, lanjut Maslamah, sebagai bentuk kongkrit Aisyiyah untuk mewujudkan Surabaya bebas TB. Jadi, lanjutnya, satu pasien tersuspec (terjangkit) lima belas rumah di sekitarnya di skrening untuk menemukan kasus baru,” pungkasnya. (Bunda Tri/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here