Dalam Tadarus Keliling, Sekolah Ini Tekankan Pentingnya Mempelajari Akhlak

0
105

KLIKMU.CO – “Rasulullah diutus Allah kedunia ini hanya untuk memperbaiki akhlak umat manusia”

Demikian disampaikan Nardi, S.Th.I, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran dalam kegiatan Tadarus Keliling (Darling) siswa-siswi SMP Muhammadiyah 15 di rumah Dimas Bayu, salah seorang siswa kelas 9B di Jl Platuk Donomulyo 1G/17 Kenjeran, Surabaya Sabtu (13/10).

Nardi menjelaskan, selama di dunia, Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menyempurnakan ahlak. Selain itu, akibat dari akhlak juga cukup besar dan signifikan bagi kehidupan seseorang.

“Nabi Muhammad diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Akhlak merupakan bagian terpenting dari kehidupan. Seseorang yang memiliki akhlak yang baik akan berimplikasi baik terhadap kehidupannya. Sebaliknya, seseorang yang berakhlak buruk maka akan mendatangkan keburukan pula dalam hidupnya,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Bendahara PC Pemuda Muhammadiyah (PM) Kenjeran tersebut memaparkan saat ini fenomena ketidakpatuhan anak-anak terhadap orang tua mereka kian marak.

“Sekarang tidak sedikit anak yang durhaka kepada orang tuanya, mulai dari cara bicara yang kasar sampai pada tingkatan menganiaya orang tuanya sendiri. Padahal di dalam Al-Quran perintah menghormati orang tau sangat jelas,” katanya.

Pintu kebaikan bagi seorang anak, sambungnya, adalah berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Menghormati orang tuanya, berbicara dengan santun, dan merawatnya dengan baik saat kedua orang tuanya dalam usia renta. Ia mencontohkan kisah teladan dari Uwais.

“Hal ini pernah dilakukan oleh seorang pemuda dari Yaman yang bernama Uwais Al-Qarni. Seorang pemuda yang sangat berbakti kepada orang tuanya hingga membuat kagum Rasulullah SAW. Uwais Al-Qarni tidak hanya merawat ibunya yang sudah tua dan lumpuh tetapi ia membawa ibunya naik haji dengan cara menggendongnya dari Yaman sampai Mekkah. Rasulullah SAW menyebut Uwais AL-Qarni sebagai pemuda penghuni langit, pemuda yang doanya makbul,” tambahnya.

Masih kata dia, inilah buah manis yang dapat dipetik dari kebaikan yang kita tanamkan terhadap orang tua. Di sekolah, siswa hendaklah menjaga akhlak yang baik terhadap guru. Bicara dengan sopan, bersikap yang baik, dan mematuhi guru pada hal-hal positif.

“Di samping itu juga, seorang siswa juga harus membangun komunikasi yang baik terhadap siapapun. Membiasakan bertutur kata yang baik. Tidak mengolok-olok atau membully orang lain. Berkatalah yang baik-baik atau kalau tidak bisa lebih baik diam. Ini sejatinya sikap kita sebagai seorang mukmin,” tukasnya. (Eko/Habibie)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here