DAM IMM Malang Digelar Desember, Berikut Tokoh-Tokoh Nasional yang Akan Hadir

0
506
Pamflet DAM IMM Malang Raya

KLIKMU.CO – Menjelang tutup tahun 2019, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya akan mengadakan Darul Arqam Madya (DAM) pada Jumat-Rabu, 13-18 Desember.

“Darul Arqam Madya (DAM)
adalah perkaderan utama tingkat kedua dari tiga tingkat perkaderan, dan merupakan prasyarat bagi calon pimpinan IMM tingkat cabang dan daerah,” kata Ketua Umum PC IMM Malang Raya Irsyad Madjid saat dihubungi KLIKMU.CO via WhatsApp, Kamis (21/9).

Ya, di samping DAM, masih ada Darul Arqam Dasar (DAD) yang menjadi tingkat pertama dan Darul Arqam Paripurna (DAP) sebagai tingkat akhir atau ketiga.

Pria asal Makassar tersebut menyatakan, ada 5 syarat umum dan 5 lagi syarat khusus untuk mengikuti DAM. Pertama, mampu membaca Alquran dengan tartil. Kedua, sudah pernah membaca dan memahami SPM, SPI, dan kumpulan Manhaj Ideologi. Muhammadiyah Ketiga, merupakan pimpinan IMM dan atau pernah menjadi pimpinan IMM selama minimal 6  bulan kepemimpinan.

“Kelima, telah lulus perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) minimal 1 tahun disertai bukti syahadah DAD atau surat keterangan lulus DAD. Dan keenam, mendapat mandat dari pimpinan IMM dibuktikan dengan surat mandat dari PK IMM setempat (bagi perwakilan IMM se-Cabang Malang Raya) atau dari PC IMM setempat (bagi perwakilan PC IMM se-Indonesia),” jelas mantan ketua IMM Fatscho Ekonomi UMM itu.

Untuk syarat khususnya, kata dia, mengisi formulir yang telah disediakan, bersedia mengikuti acara DAM dari awal sampai selesai, membuat esai, serta mengikuti screening test untuk ditetapkan sebagai peserta DAM.

Sementara itu, tujuan DAM adalah menjadi agenda perkaderan yang dirancang untuk mencetak kader yang diarahkan kepada paradigma perkaderan berbasis realitas sesuai nilai-nilai ideologi IMM (tematik). “Juga memberikan wadah kader untuk melanjutkan jenjang kaderisasi ke
tingkat kader madya,” lanjutnya.

Adapun tema DAM kali ini adalah Reposisi Gerakan IMM: Membangun Kesadaran Kritis dlm Rangka Kontranarasi Kebencian dan Ketidakadilan. Irsyad menuturkan, reposisi gerakan adalah memosisikan kembali gerakan keberpihakan IMM yang transformatif (humanisasi, liberasi, dan transendensi) dengan nilai-nilai kenabian. “Dalam upaya reposisi itu, kita kontekskan pada kondisi saat ini di mana banyak beredar narasi kebencian dan hoaks. DAM ini difokuskan pada upaya memproduksi kontranarasi dengan konten-konten berbobot,” jelasnya.

Sederet tokoh nasional bakal hadir untuk menjadi pemateri. Antara lain Hasnan Bachtiar (Aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah), Pradana Boy ZTF (Asisten Staf Khusus Kepresidenan Bidang Keagamaan Internasional), Khoirul Huda (Fokal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ahmad Sulaiman (Alumni Flinders University, Australia), Prof Syamsul Arifin (Wakil Rektor I UMM), dan Wisnu Prasetya Utama (Dosen Komunikasi UGM).

“Ada juga Mufliha Fahmi (Psikolog Klinis), Nurudin, (Penulis Buku “Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial”), Abdul Halim Sani (Instruktur Nasional), dan terakhir Subhan Setowara (Penulis Buku “Muslim Milenial”),” terangnya.

“Agar terbangunnya kesadaran kritis para kader dalam menghasilkan kontra-narasi kebencian dan ketidakadilan. Dalam tataran yang lebih praksis, diharapkan mampu memicu lahirnya konten kreator ikatan,” jelas Irsyad tentang output yang ingin dihasilkan dari acara itu. (Achmad San)

Berikut tautan untuk mengunduh ToR DAM IMM Malang serta timeline acara.

http://bit.ly/dammalangraya

Timeline DAM PC IMM Malang Raya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here