Dampak Bullying Bagi Mental Anak dan Remaja

0
199
Foto Ilustrasi kasus perundungan diambil dari situs Merah Putih

KLIKMU.CO

Oleh: R.Fauzi Fuadi*

Klikmu.co – Akhir-akhir ini, kasus akibat bullying di sekolah maupun di kalangan masyarakat semakin sering ditemui, baik di media cetak maupun di layar televisi, yang tidak sedikit berakhir tragis. Seperti pada kasus yang dialami oleh Audrey beberapa hari yang lalu oleh tiga siswi SMA yang kini menjadi tersangka. Tagar Justice For Audrey pun menjadi trending topic di berbagai media sosial.

Kita tentu masih ingat dengan tagar Justice For Audrey  (#JusticeForAudrey) yang menjadi trending topic di lini masa Twitter Indonesia. Saya penasaran dengan tagar itu, terlebih siapa sebenarnya dibalik nama Audrey sehingga dia membutuhkan keadilan. Setelah menscroll secara random dan membaca beritanya, barulah saya ngeh akan top trend tersebut. Reaksi kemarahan warganet diarahkan kepada para pelaku kejahatan yang bedebahnya naudzubillah itu.

Lha bagaimana tidak, ketika mereka (pelaku) dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, mereka sempat-sempatnya upload instastory dengan memasang ekspresi wajah yang sungguh sangat innocent.

Kita semua tentu telah mengetahui kasus penganiayaan yang dialami oleh Audrey, seorang siswi SMP di Pontianak oleh dua belas siswi SMA–yang  kemudian ditetapkan menjadi tiga tersangka– beberapa hari lalu. Mengetahui akan hal itu, tentu warganet tak tinggal diam, pun artis, influencer, dan youtuber merasa iba terhadap Audrey, untuk kemudian memberikan dukungan secara moril dan materiil kepadanya, sekaligus geram terhadap para pelaku yang rupanya sangat pengecut itu.

Sebuah petisi online pun dibuat, beribu-ribu warganet ikut serta menandatangani petisi yang disebar melalui media sosial, semata-mata untuk memberi dukungan agar kasus penganiayaan ini segera diusut oleh pihak kepolisian Pontianak dan agar pelaku segera dihukum seadil-adilnya.

Yha.. walaupun belakangan ini jejak digital Audrey telah diketahui, ternyata dia juga bukan “anak baik” seperti yang kita pikirkan sebelumnya. Audrey disebut sebagai anak yang kasar di media sosoial. Ia pun suka merundung orang lain yang ia benci lewat unggahannya di media sosial.

Oleh sebab itu, banyak yang menyesal karena sudah mendukung lewat tanda tangan virtual. Tapi saya fikir hal ini tidak perlu dikecewakan. Sebab, turut serta menadatangani petisi, menunjukan bahwa masih banyak orang yang punya empati, kasih sayang, dan perhatian lebih. Setidaknya itu kabar baik untuk Indonesia.

Menurut data bidang pendidikan Komisi Perlindungan Anak (KPAI) di tahun 2018 menyebutkan bahwa, kasus anak korban kekerasan dan bullying yang paling banyak terjadi yakni 161 kasus, 41 atau 25,5%.

Dari data tersebut, sebenarnya apa sih pengertian dari bullying itu sendiri sehingga KPAI memandang kasus ini menjadi penting lagi mendesak untuk kemudian ditangani, dan bagaimana dampaknya bagi remaja?.

Definisi Bullying

Beberapa ahli memiliki definisi yang berbeda terhadap arti kata bullying, tetapi pada intinya  bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan atau perilaku agresif yang diperlihatkan atau dilakukan seseorang kepada orang lain. Perilaku bullying yang diperlihatkan bertujuan untuk menyakiti seseorang secara psikologis maupun fisik, pelaku bullying cenderung dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang merasa dirinya “kuat” kepada seseorang atau sekelompok orang yang dirasa “lemah”. Artinya, pelaku bullying ini menyalahgunakan ketidak seimbangan kekuatan untuk menyakiti korbannya, baik secara fisik, verbal,  maupun psikologis.

Secara fisik, yakni menyerang langsung fisik si korban dengan meninggalkan luka, atau bekas lainnya. Misalnya, memukul, menendang, menampar dan lain sebangsanya.

Secara Verbal, jenis ini tidak melukai fisik, namun menyakiti hati. Semisal, mencemooh, menyindir, mengejek nama orang tua, dan lain sebagsanya.

Secara Psikologis, jenis ini efeknya lengsung menyerang batin si korban. Contohnya, memfitnah, menyebarkan gosip, juga mempermalukan korban di depan umum.

Perilaku bullying adalah salah satu bentuk kekerasan agresif siswa di sekolah. Bullying bisa berasal dari teman sebaya, senior atau kakak kelas, dan bahkan guru dan staff sekolah itu sendiri.

Pemicu kekerasan pada siswa pun beragam, seperti pola pendidikan yang salah, sosok yang menjadi panutan kurang memberikan cerminan bagi para siswa, dan sederet contoh lainnya yang menyebabkan mind skill siswa menjadi rancu.

Oleh karenanya, pihak sekolah perlu mengoptimalkan seluruh komponen sekolah agar dapat memperhatikan dan meningkatkan pelayanan dan pengawasan ekstra.

Dampaknya Bagi Mental Remaja

Adapun dampak bullying bagi perkembangan mental remaja dan anak-anak sangatlah besar, diantaranya:

  • Anak menjadi pendiam, sensitif, dan mudah menangis
  • Anak akan terlihat cemas, murung, dan depresi
  • Tidak percaya diri atau minder
  • Mudah merasa takut dan bersalah
  • Tidak bersemangat melakukan hal yang tadinya ia sukai
  • Enggan berangkat ke sekolah
  • Munculnya phobia sosial seperti takut dilihat/diperhatikan orang, takut diajak berbicara, atau takut berbicara didepan umum.

Kerena besarnya dampak yang ditumbulkan dari bullying maka orang tua, guru, dan masyarakat harus saling bekerjasama dalam mencegahnya, diantaranya dengan cara menerapkan nilai keagamaan pada anak, memberikan kasih sayang, perlindungan, serta pengawasan pada anak, dan mengajarkan sekaligus menanamkan budi pekerti yang baik pada anak sedini mungkin.

Keyword; Bullying, Kasus Audrey, KPAI

*Pegiat Literasi dan Kontributor KLIKMU.CO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here