Daniel M. Rosyid: “Virus Habibienomic”

0
102

 

KLIKMU.CO

Oleh: Daniel Mohammad Rosyid*

Narasi Revolusi Industri 4.0 jelas perwujudan Habibienomics. Homo fabre_ mendahului  homo sapiens.  Melalui makership, interaksi manusia dengan material di sekelilingnya, manusia menciptakan nilai tambah. Membuat perahu dari kayu. Membuat pesawat terbang dari aluminium.

*Memang produksi saja tidak cukup. Barang-barang itu harus diperdagangkan justru untuk membuktikan manfaat yang dijanjikan* dari sebuah karya teknolojik. Perahu itu harus dipakai mengangkut kelapa melalui sungai dan laut ke pulau lain. Persoalan muncul saat manusia hanya mau berdagang tapi tidak mau membuat barang-barang. Persoalan tambah rumit jika melibatkan uang yang nilainya berubah-ubah. Seringkali produsen barang, atau petani dan nelayan, tetap miskin sementara pedagang beras dan ikan kaya raya. Belanda kaya raya karena memperdagangkan rempah-rempah Nusantara. Singapura adalah Belanda di Asia yang memperdagangkan komoditi asal Indonesia.

China adalah raksasa yang tidak saja menjadi maker of the world, kini berusaha menjadi  transporter of the world melalui One Belt One Road. Fenomena China adalah fenomena Habibienomics. China sedang menggusur AS sebagai _maker of the world_ dan kini sedang terlibat perang dagang dengan AS yang semakin kehilangan basis industrinya. Gejalanya AS akan dikalahkan karena China memiliki basis sosial yang lebih kuat untuk “berpuasa”.

Agar Garuda tidak ditelan Naga, Indonesia harus mengambil peran  makers of maritime products_ seperti kapal berbagai jenis dan ukuran, serta  maricultural produce . Menjadi negara maritim adalah geostrategical default, bagi negara kepulauan bercirikan Nusantara ini. Kita perlu mewujudkan Habibienomics namun tidak abai terhadap _trade and commerce_. Agar terjadi fair trade, maka _price and terms of payment_ harus berkeadilan : satu mata uang dunia berbasis emas. Habibienomics perlu diperkaya dengan _blue economics_ yang dipijakkan pada *teknologi konvivial* : mendorong kreativitas tapi tidak memperbudak manusia. *Untuk Indonesia, Habibienomics juga maritinomics*.

*Rosyid College of Arts and Maritime Studies, Gunung Anyar, 12/9/2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here