Dari Diskusi Menulis Al-Wasat Institute: Penulis Butuh Konsistensi, Disiplin, dan Komitmen

0
352
Poster diskusi virtual tips menulis di media. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Al-Wasat Institute bekerja sama dengan UHAMKA, Genial.Id, dan Gentala.id mengadakan Diskusi Virtual Ramadhan mengenai Tips Menulis Artikel Opini di Media pada Ahad (26/4/2020).

Hadir sebagai narasumber para penulis artikel opini di media, yakni Faozan Amar (Direktur Al-Wasat Institute), Edi Setiawan (Editor Jurnal Al-Urban UHAMKA), dan Neni Nur Hayati (Direktur DEEP).

Acara yang dipandu oleh Fahmi Syahirul Alim (Peneliti Muda ICIP) tersebut diikuti oleh peserta dari lintas profesi. Antara lain dosen, peneliti, jurnalis, guru, dan aktivis mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah.

Menurut Faozan Amar, yang juga merupakan penggagas acara tersebut, kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk mendorong lahirnya para penulis baru. “Saya lihat selama ini tema diskusi daring berat-berat. Nah kita coba yang praktis, ringan, tapi dampaknya besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Adapun menurut Edi Setiawan, menulis membutuhkan passion yang kuat. “Jangan pernah menyerah kalau ditolak oleh media,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Neni Nur Hayati. Menurut dia, menulis butuh konsistensi, disiplin, dan komitmen. “Menulis harus dengan hati. Niatkan lebih dari sekadar ingin dimuat di media, tapi untuk membangun peradaban,” pesannya.

Dalam diskusi tersebut, hadir bintang tamu, penulis produktif di beberapa media, Muhbib Abdul Wahab (Dosen UIN Jakarta). Dia berpesan, perspektif baru harus selalu hadir dalam tulisan. “Gaya bahasa, judul menarik, dan analisis yang tajam sangat diminati para redaktur” pesanya.

Melihat antusiasme peserta, di akhir acara Faozan Amar mengatakan bahwa diskusi daring terkait kiat menulis selama bulan Ramadan ini akan dilaksanakan secara berseri, dengan tema yang berbeda. “Insya Allah nanti akan kita bahas kiat-kiat menulis dalam berbagai genre tulisan dan kekinian, agar segmen peserta semakin luas” tutupnya.

“Acaranya bagus dan bermanfaat, sebab dengan menulis bisa untuk mengisi waktu saat Ramadhan di rumah saja,” ujar Ana Widyastuti, peserta dari Bogor. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here