Dari Meet and Greet Penulis Muhisa: Rininta Ingin Buktikan ke Ibu, Ghani Hibur Teman, Salma Tegaskan agar Banyak Baca

0
372
Para penulis dari SMP Muhammadiyah 1 Jombang usai acara Meet and Greet Penulis Muhisa Jumat pagi (13/12/2019). (Qurrotu Ainy/Klikmu.co)

Oleh: Qurrotu Ainy, Jombang (*)

KLIKMU.CO

“Saya ingin membuktikan ke ibu saya bahwa saya bisa berprestasi,” ungkap Rininta, salah satu penulis buku Complicated Love, saat menjawab pertanyaan saya dalam acara Meet and Greet Penulis Muhisa dengan tema “Gak Gaul kalo Gak Punya Karya” Jumat pagi (13/12/2019).

Mendengar pengakuannya, sontak saya pun mengacungi jempol dan mengapresiasinya. Saya tak menyangka, siswi yang terkenal heboh itu tiba-tiba menangis usai mengungkapkan alasannya di hadapan seluruh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Jombang.

Bukan hanya pernyataan Rininta yang membuat saya salut. Dari sepuluh siswa perwakilan Penulis Muhisa yang menjadi juru bicara, semua pernyataannya membuat saya sadar bahwa setiap anak memiliki potensi yang menakjubkan. Ya, bagaimanapun mereka, kita tidak bisa memandangnya sebelah mata. Mereka punya kemampuan dari aspek yang berbeda, memiliki bakat dan berhak meraih prestasi.

“Apa yang membuatmu semangat menulis?” tanya saya kepada Fikri, penulis yang lain.

“Saya merasa ada tantangan tersendiri dan membuat saya lebih bisa memanfaatkan waktu daripada main game,” jawab siswa yang sempat tak percaya bahwa ia telah menulis cerpen sebanyak dua puluh halaman, padahal ketentuannya hanya lima halaman, itu.

Uniknya lagi, berkarya dengan goresan pena tak menghalangi mereka untuk tetap belajar. Seperti yang dikatakan oleh Dea, siswi asal Padang yang saat ini tengah sibuk dengan berbagai ujian di kelas 9.

Baginya, menulis adalah hiburan sehingga ia tidak merasa meninggalkan pelajaran utamanya dan kini sudah menerbitkan dua buku.

Alasan lainnya muncul dari Ghani, siswa kocak yang menulis cerita bernuansa kocak pula. Ia mengaku ingin menghibur teman-temannya dengan cerita kocaknya.

Bukan hanya cerita tentang remaja dan cerita kocak, cerita inspiratif juga disajikan oleh Nimas. Siswi yang juga berjualan online ini mengungkapkan bahwa ia ingin menginspirasi semua orang lewat tulisannya bahwa pelajar juga bisa memanfaatkan gadgetnya untuk kegiatan positif.

“Saya senang karya saya diterbitkan. Dulu saya hanya membaca karya orang lain, tapi sekarang saya juga bisa membaca karya saya sendiri,” tambah Vero, siswi yang menulis cerita bertema horor.

Dalam acara tersebut, seluruh siswa dapat bertemu langsung dengan para Penulis Muhisa dan menggali banyak hal baru tentang kepenulisan. Mereka sangat antusias dan terhibur karena dalam acara tersebut juga membedah isi buku yang merupakan hasil karya murni Penulis Muhisa.

Suasana menjadi cerah ceria saat saya membacakan beberapa penggal cerita nyata yang kocak dan sarat hikmah karya Enrick. Seluruh siswa tertawa saking lucunya alur cerita serta diksi yang digunakan dalam cerpen tersebut.

Di pengujung acara, beberapa penulis memberikan tip kepada seluruh siswa untuk bisa menghasilkan karya.
“Kita harus banyak membaca, karena dari situ kita akan mendapatkan inspirasi,” tegas Salma, siswi kelas 8 yang telah menerbitkan novel berjudul Naga.

“Kita juga bisa memanfaatkan Wattpat untuk menulis. Dari situ nanti bisa kita jadikan buku,” sambung Aulya, siswi kelas 7 yang baru lima bulan menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Jombang, tapi telah menerbitkan novel pertamanya berjudul Saga untuk Alia. (*/Achmad San/Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here