Debat Capres dan Cawapres Kehilangan Makna, Jika Tak Suguhkan Program Berkualitas dan Simpatik

0
186
Rematch, debat kandidat Capres dan Cawapres di tahun 2014 silam

KLIKMU.CO – Jelang debat kandidat perdana masing-masing calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dan 02 telah mempersiapkan diri. Bahkan semacam simulasi debat dan pendalaman materi pun telah dilakukan oleh salah satu paslon. Tentu dengan harapan tampil memukau dihadapan jutaan rakyat Indonesia.

Seperti yang disampaikan KH Ma’ruf Amin Cawapres Jokowi misalnya, bertempat di Rumah Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Ahad (6/1) dia mengatakan, kita akan melakukan simulasi juga (bersama Jokowi), pendalaman juga.

Sementara dalam media sosial Koordinator Juru Bicara nomor urut 02, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam twitannya mengatakan, BPN @prabowo @sandiuno meminta penyampaian visi misi tanggal 9 Jan 2019 disampaikan langsung oleh Capres/Cawapres bukan stuntmen (Timses). Namun, ternyata tdk menemukan kata sepakat. TKN 01 tetap meminta diwakili Timses. Sehingga @KPU_ID membatalkan penyampaian visi misi tsb.

Tanpa tedeng aling-aling kubu Prabowo-Sandi mengulik diksi stuntman dan sengaja memilih semiotika bahasa tersebut seakan ingin ‘menertawakan’ gaya Jokowi. Maklum, Presiden Jokowi perannya pernah diwakili oleh aktris pengganti (stuntman) saat menampilkan atraksi fenomenal di pembukaan Asian Games 2018 silam.

Dr. Mahsun Djayadi, M.Ag. Ketua PDM Kota Surabaya menilai debat capres dan cawapres merupakan bagian dari ritus politik yang nyaris menjadi fardlu ain bagi calon pemimpin dinegeri ini.

“Para pemirsa, pengamat politik, pemerhati, dan siapapun yang peduli terhadap nasib bangsa, seakan tidak sabar menunggu apa yang akan menjadi poin penting yang akan disampaikan oleh para kandidat.”

Debat kandidat perdana direncanakan Kamis, 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara Jakarta akan disiarkan secara live streaming dan dapat diakses di website resmi televisi penyiar (TVRI, RRI, Kompas TV, dan RTV). Idealitas dalam debat itu, kata Mahsun tak lain yang diinginkan masyarakat ialah adu gagasan program. Bagaimana keberlanjutan membawa bangsa menuju kebaikan, kemajuan selama 5 tahun ke depan.

“Ini penting karena menyangkut masa depan umat dan bangsa secara keseluruhan,” kata Wakil Rektor-3 Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Pertanyaannya, seberapa signifikansi debat kandidat yang hanya dalam hitungan menit itu dapat mampu mempengaruhi elektabilitas capres-cawapres?

Jawabannya, tergantung pada seberapa kualitas capres cawapres menyuguhkan rencana program dalam bingkai retorika yang rasional dan simpatik. Bagi petahana, akan menghadapi masalah ketika masyarakat sudah membaca dan mencermati kinerja petahana selama periode ini.

Tak dipungkiri terjadi polarisasi masyarakat kita.Meski, debat tak mempengaruhi keterpilihannya. Ada yang tetap mendukung apapun yang terjadi (baik buruknya) diskusi, mereka tak perduli. Kendati tidak dipungkiri adanya arus perubahan pilihan atau berbalik arah dari semula A menjadi B atau sebaliknya.

Bagi capres cawapres yang memang calon (belum pernah menjadi presiden wakil presiden) juga menghadapi masalah. Disatu sisi program yang ditawarkan variatif, disatu sisi timbul keraguan karena menentukan kebijakan tak semudah yang dibayangkan.

Jadi, secara dassolen (ideal) debat kandidat menjadi momentum yang sangat bermakna, manakala para kadidat mampu menyuguhkan visi misi yang rasional dan berkualitas.

Adapun secara dassein, realitas, bisa jadi kehilangan makna jika para kandidat tidak mampu menampilkan suguhan program yang relevan, berkualitas, dan simpatik. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here