Demi Menyekolahkan Anak Bangsa, Muhammadiyah Cabang Malaysia Dirikan PKBM

0
711
Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Dr M. Farid Ma’ruf (tengah) dan Ketua PCIM Malaysia Sonny Zulhuda (kanan). (Tim Media PCIM Malaysia/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Slogan ‘Pendidikan untuk Semua’ tampaknya belum dirasakan oleh anak-anak yang orang tuanya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Bahkan, banyak anak-anak PMI itu yang tidak bisa mengenyam pendidikan di negeri jiran itu.

Lika-liku anak-anak PMI yang tidak bisa bersekolah ini beragam. Ada yang memang masalah ekonomi atau keuangan keluarganya, kekangan waktu, masalah dokumen, atau memang tidak ada sekolah yang bisa menampung mereka di Malaysia.

Salah satu contoh yang sering terjadi adalah PMI yang menikah di Malaysia, namun pernikahannya itu belum didaftarkan secara resmi. Praktis, jika mereka memiliki anak, anaknya akan menemui masalah terkait legalitas dan dokumen.

Akhirnya, jadilah anak-anak mereka tidak bisa bersekolah, sehingga hanya berkeliaran di pasar, tidak belajar baca tulis, dan bahkan tidak bisa mengaji dan fardhu ain lainnya.

Oleh karena itu, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia hadir memberikan secercah harapan supaya mereka bisa belajar dan bersekolah. Bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, PCIM mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sanggar Bimbingan yang akan menjadi laman sekolah bagi anak-anak PMI.

Ide ini pertama kali digulirkan bersama dengan Atase Pendidikan KBRI terdahulu, yaitu Prof. Ari Purbayanto. Kini, rencana itu sudah mulai direalisasikan dengan diresmikannya Sanggar Bimbingan PCIM Malaysia yang terletak di Jalan Raja Alang Kampung Baru Kuala Lumpur, Sabtu (10/4/2021) malam.

Sanggar Bimbingan itu diresmikan langsung oleh Dr M. Farid Ma’ruf, Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Turut hadir pada acara itu Encik Abdul Hajar, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) beserta jajarannya.

Yang istimewa dari PKBM Sanggar Bimbingan ini adalah anak didik bisa belajar seperti anak sekolah biasanya, meskipun mereka informal dan tanpa seragam. Namun, mereka bisa ikut ujian dan mendapatkan ijazah resmi jika sudah lulus. Bahkan, nama mereka juga akan tercatat dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia.

Dalam sambutannya, Atase Pendidikan KBRI Dr Mokhamad Farid Ma’ruf menyampaikan apresiasinya terhadap Muhammadiyah Malaysia yang sudah berinisiatif mendirikan PKBM Sanggar Bimbingan ini. Ia juga yakin pengalaman persyarikatan dalam bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat sangat luar biasa.

“Saya berharap sinergi KBRI, SIKL dan PCIM ini dapat berjalan dengan baik dan semakin banyak pesertanya,” kata Farid.

Sementara itu, Ketua PCIM Malaysia Sonny Zulhuda juga berharap Sanggar Bimbingan ini menjadi pemantik pencerahan pendidikan bagi anak-anak PMI di Malaysia dan perbaikan kehidupan PMI secara umumnya.

“Saya ucapkan terima kasih atas semua yang terlibat, baik dari Majelis Pendidikan PCIM maupun dari PRIM Kampung Baru dan Himpunan Warga Muhammadiyah Bulubrangsi (HWMB),” kata Sonny.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mengingat kembali pesan Almarhum Nadjib Hamid, Wakil Ketua PWM Jawa Timur yang baru saja wafat. Pesannya adalah ‘untuk menjadi pengurus persyarikatan, memang dibutuhkan orang sibuk, sibuk berbuat baik merupakan tanda mereka bermanfaat’.

“Semoga anak-anak kita semua menjadi anak pembelajar, berakhlak mulia, berdiri dan duduk sama tinggi serta sama-sama pintar,” pungkas Sonny. (Tim Media PCIM Malaysia/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here