Demisioner Ketua PCIM Arab Saudi Berhasil Raih Gelar Doktor dengan Predikat Summa Cumlaude

0
627
Hakimuddin Salim menjalani sidang disertasinya di hadapan para penguji di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. (Andi H./Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kader muda Muhammadiyah memang hebat. Itulah yang ditunjukkan oleh Hakimuddin Salim. Rabu lalu (18/12/2019) ia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Hakimuddin berhasil mendapatkan predikat Mumtāz Ma’a Martabat Asy-Syaraf Al-Ūlā (summa cumlaude). Ia pun tercatat sebagai doktor pendidikan Islam pertama dari Indonesia.

Ali Fauzi, Andi Hariyadi, dan Arifin yang sedang berada di Madinah untuk menunggu jadwal umrah berkesempatan menghadiri sidang terbuka. Ketiganya hadir guna memberikan dukungan kepada kader Muhammadiyah. Persidangan ilmiah begitu panjang hingga tiga jam, namun Hakim benar-benar menunjukkan kemampuan di hadapan para penguji.

Judul disertasinya adalah “Al-Asālīb At-Tarbawiyah Al-Mustanbathah minal Qoshosh Al-Qur’āni wa Madā Mumārasati Mu’allimil Ma’āhid Al-Qur’āniyah fī Indonesia Lahā Ma’a Taqdim Tashowwur Muqtarah li Ta’zīzihā” (Metode Kependidikan Disimpulkan dari Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an dan Tingkat Pengamalannya oleh Para Guru di Pesantren-Pesantren Al-Qur’an di Indonesia Beserta Rekomendasi Penguatannya).

Untuk diketahui, ustadz muda asal Klaten itu pernah mengenyam pendidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padangan (1993), MD Muhammadiyah Tahzhibus Shibyan Jatinom (1999), SDN Bonyokan 1 (1999), MTs PP Al-Mukmin Ngruki (2002), dan MA Ma’had Tahfizhul Qur’an Isykarima Karanganyar (2006).

Setahun kemudian, ia berhasil mendapatkan beasiswa di Universitas Islam Madinah. Ia lulus dari Fakultas Syari’ah pada 2011 dengan predikat summa cumlaude, dengan judul skripsi “Fathul Wahhāb fīl Farqi bainal Jihādi wal Irhāb” (Studi Fiqih Perbedaan Mendasar Antara Jihad dan Terorisme).

Setelah itu, ia melanjutkan studi S-2 di kampus yang sama pada Jurusan Ushul Tarbiyah, juga berhasil meraih predikat summa cumlaude dengan judul tesis “At-Tarbiyah Al-Jinsiyyah ‘inda Ibni Qoyyim Al-Jauziyah” (Pendidikan Seksual Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah).

Selain belajar formal di kampus, ia juga menimba ilmu dari para ulama di Masjid Nabawi, seperti Syekh Abdul Muhsin Al-‘Abbad, Syekh Muhammad Nashir As-Suhaibany, Syekh Ibrohim Ar-Ruhaily dan Syekh Abdurrazaq Al-Badr. Ia juga sempat mulazamah dengan Syekh Abdulloh Al-Qodiri dan Syekh Yahya Al-Yahya.

Selain menuntut ilmu, Hakim juga aktif berdakwah. Ia pernah menjadi dai di Hai’ah ‘Alamiyah Litta’rif bil Islam (World Islamic League), punyuluh haji di Maktab Ta’awuni (Departemen Agama Saudi), penerjemah digital Mujamma’ Al-Qur’an Malik Fahd, dan aktif membimbing jamaah haji dan umrah. Ia juga aktif berdakwah untuk masyarakat Indonesia di berbagai kota seperti Khobar, Dammam, Madinah, dan Riyadh.

Selama 12 tahun di Madinah, Hakimuddin juga aktif di organisasi dan pergerakan mahasiswa. Tercatat ia pernah menjadi editor majalah Al-Bashiroh PPMI Madinah, Komisi Sosial Budaya PPI Dunia, dan menjadi ketua pertama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi. Ia juga aktif sebagai anggota Lembaga Pembinaan Haji & Umrah PP Muhammadiyah.

Semoga Hakimuddin bisa segera pulang ke tanah air dengan berbekal ilmu yang bermanfaat dan turut serta mengemban amanah dakwah demi mencerahkan kehidupan umat dan bangsa.

(Panitia Munaqasyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here