Design Generasi Emas #1: The Golden Human

0
344
Siswa-siswi SD Muhammadiyah 12 Surabaya dalam kegiatan upacara Senin (26/8/2019).

KLIKMU.CO

Oleh:  Irnie Victorynie*

Negara maju dan hebat bukan negara yang kaya Sumber Daya Alam (SDA). Tidak sedikit negara yang minim SDA namun menjadi adidaya. Sebaliknya, banyak negara yang punya segalanya namun belum tentu mampu membangun bangsanya. Apa sesungguhnya kekuatan sebuah negara? Tidak lain adalah Sumber Daya Manusia (SDM). SDM diyakini sebagai aspek utama bagi perkembangan dan kemajuan suatu negara. Sehingga kemudian banyak dilaksanakan program dan kegiatan dalam rangka mengembangkan dan mengeksplorasi SDM.

Kuantitas atau jumlah SDM dalam negara tidak menjadi ukuran berhasilnya sebuah negara, namun lebih pada seberapa banyak SDM unggul dan berkualitas yang tersedia. Generasi berkualitas tentu tidak terjadi seketika, namun melalui proses dan upaya untuk mempersiapkannya. Saat ini, pendidikan menjadi prioritas yang perlu diperhatian secara khusus untuk menggodok generasi penerus bangsa agar menjadi generasi emas.

Banyak upaya yang bisa dilakukan dalam menyiapkan generasi emas melalui bidang Pendidikan. Diantaranya adalah mengembangkan pendidikan yang komprehensif dan efektif. Dalam hal ini, pendidikan dikatakan komprehensif apabila proses mendidik manusia dilaksanakan secara menyeluruh dalam setiap lingkungan pendidikan. Di Negara kita dikenal dengan istilah tri pusat pendidikan yang dipopulerkan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantoro. Istilah tersebut menerangkan bahwa proses pendidikan harus dilaksanakan pada ketiga lingkungan pendidikan, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Maka, secara otomatis yang bertanggung jawab terhadap pendidikan bukan hanya lembaga pendidikan formal saja, namun lingkungan keluarga dan masyarakat pun turut berperan dalam mendukung proses pendidikan generasi bangsa. Sehingga terciptalah tiga lingkungan pendidikan yang saling bersinergi positif dan saling menguatkan.

Pendidikan dikatakan efektif apabila mampu menghasilkan output-output yang tepat sesuai dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Adapun tujuan Pendidikan Nasional menurut Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Beberapa poin penting yang harus diperhatikan untuk menghasilkan generasi emas bangsa berdasarkan tujuan pendidikan Nasional, yaitu, pertama, Pendidikan Agama. Selain mendapatkan pendidikan umum, generasi penerus bangsa tentu harus mendapatkan pendidikan agama yang cukup. Melalui pendidikan agama, setiap generasi bangsa akan dibekali pengetahuan tentang Al Quran dan As Sunnah, serta beragam ilmu yang terkait di dalamnya seperti tauhid, sholat, dan lainnya. Sehingga bisa tercipta manusia yang beriman dan bertakwa seperti yang tertera dalam Undang-Undang tadi.

Kedua, Pendidikan Akhlak. Sebenarnya, bila Ilmu agama dipahami dan dihayati dengan benar maka tanpa disadari ilmu tersebut akan terinternalisasi dalam dirinya. Agama akan dijadikan panduan, rujukan dan pedoman bagi dirinya. Sehingga menimbulkan dampak dan perubahan dalam diri dan seluruh aktivitas kehidupannya, termasuk dalam berakhlak. Akhlaknya akan mulia dan terpuji karena tercermin dari luas dan dalamnya ilmu agama yang telah dipahaminya. Karenanya, dengan sentuhan pendidikan akhlak yang tepat diharapkan semua generasi bangsa memiliki akhlak yang sesuai dengan Syariat dan Sunnah.

Ketiga, Pendidikan umum dan pendidikan keahlian yang sesuai dengan spesialisasi dan profesionalismenya. Manusia tidak ada yang bodoh. Semua manusia sebenarnya memiliki potensi, minat, dan bakat yang berbeda. Tinggal bagaimana cara dan metode untuk memunculkan dan mengembangkannya. Selanjutnya, apabila perbedaan kemampuan dasar manusia tersebut distimulasi, diproduksi dan diolah dengan tepat, maka akan menghasilkan beragam generasi emas dengan spesialisasi keahlian berbeda. Pada akhirnya, akan lahirlah generasi-generasi berkualitas dan professional dalam berbagai bidang yang bergandengan tangan dan bersinergi untuk melanjutkan gerak roda pembangunan bangsa.

*Mahasiswa PhD International Islamic University Malaysia (IIUM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here