Design Generasi Emas #6: Guru seperti Dokter

0
205
Foto Dokter Strange diambil dari Reddit.com

KLIKMU.CO

Oleh: Irnie Victorynie*

Guru ibarat dokter dan murid sebagai pasiennya. Dokter sangat berhati-hati dalam menangani setiap pasien dan berusaha memberikan obat yang sesuai bagi pasien agar bisa sembuh dan sehat kembali. Begitupun dengan guru. Guru akan berhati-hati dalam mengajar dan mendidik. Tidak asal-asalan. Sehingga hasilnya murid menjadi cerdas dan berakhlak mulia.

Mengapa guru dan dokter harus berhati-hati dalam menjalankan tugas? Jawabannya adalah bila keduanya melakukan kekeliruan, maka akan menimbulkan dampak yang sangat fatal, walaupun jenis dan tingkat kefatalannya tentu berbeda. Bila dokter keliru mengobati atau terjadi malapraktik bidang kedokteran bisa menyebabkan kematian pasien. Namun, malapraktik dalam bidang pendidikan dapat mengakibatkan kematian yang lebih dahsyat. Generasi pelanjut estafet pembangunan bangsa bisa rusak dan hancur. Secara otomatis, bangsa berangsur binasa.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari profesi dokter, yang kemudian diibaratkan dalam bidang pendidikan, yaitu pertama, guru harus mempersiapkan diri menjadi ‘guru’ sebelum praktik dalam bidang pendidikan. Sebelum mengajari murid, guru harus belajar dulu. Di antara proses belajar guru adalah menempuh jenjang pendidikan sesuai dengan kualifikasinya. Di samping itu, guru juga harus memiliki beberapa kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan tugas. Singkat kata, sebelum guru menciptakan lulusan yang cerdas dan beakhlak mulia, maka guru harus terlebih dahulu memiliki kecerdasan dan akhlak yang mulia.

Kedua, guru harus pandai mendiagnosis. Menurut KBBI, mendiagnosis artinya menentukan jenis penyakit dengan cara meneliti atau memeriksa gejalanya. Kaitannya dengan pendidikan adalah guru berusaha mengasah diri untuk mampu menganalisis gejala-gejala terjadinya permasalahan dalam proses mengajar dan mendidik.

Banyak ragam masalah di sekolah yang berkenaan dengan murid. Misalnya, menurunnya semangat belajar murid sehingga mempengaruhi kualitas penyerapan materi pelajaran. Contoh lainnya, marak terjadi kasus bully di antara sesama murid. Dan masih banyak masalah lainnya. Kasus-kasus tersebut tidak bisa digeneralisir dan diatasi secara sama rata. Guru harus mendiagnosis penyebab terjadinya setiap kasus. Bahkan kasus yang sama namun menimpa murid yang berbeda bisa jadi hasil diagnosisnya beda. Keliru mendiagnosis maka akan keliru memberikan jalan keluar. Belum lagi ditambah dengan pemberian hukuman yang tidak patut, padahal belum tahu pasti penyebabnya.

Ketiga, atasi masalah dengan ilmu. Guru jangan berhenti belajar. Sama halnya dengan dokter, Tidak ada habisnya belajar. Dari masa ke masa ditemukan jenis penyakit baru yang beragam, dari yang biasa hingga yang mematikan. Fenomena tersebut menuntut para ahli medis untuk mengatasinya dengan ilmu. Beragam upaya dan penelitian dilakukan untuk menemukan obat yang sesuai bagi setiap penyakit pasien. Dan bermacam-macam mesin diciptakan untuk mempermudah proses medis.

Begitupun dalam dunia pendidikan. Dalam perjalanan proses mendidik anak bangsa akan terjadi perubahan dan perkembangan. Banyak hal yang mempengaruhi murid, seperti pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi yang diserap anak. Hal ini akan berdampak pada bidang pendidikan. Baik dampak yang positif maupun negatif. Dan tentu akan menimbulkan permasalahan baru.

Ditambah lagi dengan tuntutan dari masyarakat yang ikut meninggi. Harapan orang tua terhadap anak mereka bisa berubah terbawa arus perubahan zaman. Hingga orang tua membagi beban tersebut pada guru di sekolah. Di samping orangtua mendidik anak di rumah. Hal ini tentu menuntut para guru untuk terus belajar. Guru tidak boleh berhenti dan merasa puas dengan kompetensi yang dimiliki. Terus perkaya diri dengan ilmu dan wawasan demi terlaksananya proses pendidikan yang bermutu dan efektif. Termasuk mempelajari variasi srategi, pendekatan, metode, dan teknis khusus untuk mengatasi beragam masalah pendidikan.

Jadi, guru harus melek dengan perkembangan zaman. Sehingga mampu mendidik generasi emas bangsa sesuai dengan kebutuhan di zamannya. Sesuai dengan sabda dari Rasulullah SAW bahwa ajari anak-anak sesuai dengan zaman mereka, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zaman kita, dan mereka diciptakan untuk zaman mereka.

*Mahasiswa PhD International Islamic University Malaysia (IIUM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here