Di Acara Konsolidasi Muhammadiyah Jatim, Suli Da’im: Ini Menyangkut Marwah Organisasi

0
244
Marwah Organisasi: Suasana Konsolidasi Muhammadiyah Jawa Timur di Tahun Politik LHKP PWM Jatim di Aula K.H. Mas Mansur. (Foto: ICL)

KLIKMU.CO – Forum Konsolidasi Muhammadiyah Jawa Timur di Tahun Politik yang digelar oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Aula K.H. Mas Mansur berlangsung semarak dan antusias, Sabtu (28/4).

Acara bertajuk ‘Penguatan Posisi Kader Muhammadiyah dalam Peran Kebangsaan’ itu dihadiri oleh narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, jajaran PWM Jatim, dan sekira 110 peserta yang terdiri dari ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan ketua LHKP PDM se-Jatim.

H. Suli Da’im, S.Pd., MM menjelaskan bahwa acara itu penting dilaksanakan di Tahun Politik ini untuk mengambil kebijakan yang dapat mendorong kader-kader Muhammadiyah agar berkiprah nyata di ranah politik.

“Untuk mengusung dan mendorong Mas Nadjib Hamid dan Pak Zainuddin Maliki ke pentas politik butuh diskusi dan waktu yang panjang. Pada forum ini, harapan kita akan ada keputusan nyata,” ujar Wakil Ketu Komisi E DPRD Jatim itu.

Muhammadiyah Jatim, lanjut Suli, telah memberikan mandat kepada Nadjib Hamid sebagai calon DDP RI dan Zainuddin Maliki sebagai calon DPR RI. Apabila gagal lagi, katanya, berarti kesimpulannya warga Muhammadiyah belum solid dan ada masalah di dalam tubuh organisasi.

“Kita biasa mengklaim Amal Usaha Muhammadiyah kita besar, tapi ketika bicara politik kita tak pernah dihitung. Ini problem dan kelemahan kita. Ini menyangkut marwah organisasi Muhammadiyah Jatim,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Suli juga menyinggung keberadaan SK PP Muhammadiyah No. 41 Tahun 2013 lalu yang dinilainya justru merugikan kepentingan Muhammadiyah dan para kadernya dalam konteks politik kebangsaan. Menurutnya, dampak dari keputusan itu masih terasa hingga sekarang.

“Dampaknya sampai sekarang kita masih susah mencari kader-kader yang siap menjadi penyelenggara negara melalui menjadi anggota DPR, dan lainnya. Mereka kesusahan dan harus berjuang sendiri. Apalagi, posisi PDM-PDM yang tidak bisa membijaksanai keputusan itu,” paparnya.

Suli mengajak kepada semua pimpinan dan warga Muhammadiyah untuk secara simultan memberi ruang kepada kader-kader untuk membijaksanai keputusan PP Muhammadiyah itu dan mendorong sebanyak mungkin kader untuk tampil di ranah politik.

“Kita selama ini menghabiskan energi hanya untuk diskusi, tapi tidak menyentuh hal-hal substantif yang harusnya kita selesaikan. Kita perlu memiliki grand design,” pungkasnya. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here