Di Balik Mahasiswa Juara Mawapres: Bantu Petani Rempah, Ingin Tembus Jurnal Internasional

0
158
Chano Paramita, mahasiswa ilmu komunikasi yang meraih juara 1 mawapres. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Predikat mahasiswa berprestasi (mawapres) kembali diraih oleh mahasiswa ilmu komunikasi. Dalam seleksi Mawapres Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2020 yang berlangsung secara daring Jumat lalu (5/5/2020), Chano Paramita meraih juara I. Mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2017 itu menyisihkan Siti Mubasiroh dari pendidikan biologi (FKIP) dan Siti Agustina dari agroteknologi (FPP). Chano berhak mewakili UMM untuk seleksi lebih lanjut ke tingkat Jawa Timur dan nasional.

Wakil Rektor III UMM Dr Nur Subeki MT menyatakan, capaian mawapres merupakan keberhasilan individu dan pembinaan program studi serta fakultas. Prestasi ini menjadi tolok ukur bagaimana mahasiswa menunjukkan karakter kompetitifnya dalam kreativitas dan inovasi, selain penguasaan akademik dan bahasa. ”Kombinasi dari kemampuan akademik, mental, dan spirit untuk maju merupakan kunci keberhasilan mahasiswa,” kata Nur Subeki.

Selama proses seleksi, Chano mempresentasikan karyanya dengan lancar. Social project yang diunggulkannya disebut sebagai Pramu Rempah yang merupakan platform pemberdayaan masyarakat penanam rempah dan ikut memasarkannya. Uniknya, Chano berusaha membantu petani rempah agar tidak terjebak pada permainan harga para tengkulak.

“Jika dijual ke tengkulak, masyarakat yang rugi. Akhirnya saya dan tim mencoba mengelola simplisia rempah ini menjadi minuman yang ready to drink dan kami bantu promosinya,” ungkap Chano. Dengan menerapkan ilmu integrated marketing communication (IMC) yang dipelajari di ilmu komunikasi, dia berhasil membuat platform ini sambil menunggu hasil uji laboratorium produk rempah yang akan dipasarkannya.

Chano merupakan mahasiswa yang aktif di UKM Forum Diskusi Ilmiah. Saat ini dia menjabat sebagai ketua divisi diskusi dan prestasi. Dari UKM itulah dia memperoleh motivasi dari senior-seniornya yang pernah menjadi mawapres tahun-tahun sebelumnya. Kesukaan berdiskusi dan membuat karya ilmiah mengantarkan Chano meraih berbagai prestasi.

Tercatat ada 11 penghargaan tingkat nasional yang dia kantongi selama menjadi mahasiswa UMM. Anak pertama di antara dua bersaudara tersebut bersyukur prodi yang dipilihnya membuat leluasa berpikir dan berkreasi lebih luas lagi.

“Terakhir, kemarin saya bersama teman-teman meraih juara I Content Campaign and Competition yang diadakan oleh UK Petra,” ungkap Chano bangga.

Di sisi lain, Ketua Prodi Komunikasi UMM M. Himawan Sutanto MSi mengungkapkan rasa bangga atas capaian mahasiswanya.  Sesuai dengan kebijakan baru universitas, pihaknya juga mengapresiasi dengan memberikan peluang untuk memilih tugas akhir melalui jalur prestasi. Mahasiswa yang berhasil membuat terobosan ilmiah, karya inovatif, magang, kewirausahaan, atau prestasi dengan capaian yang dipersyaratkan dapat menjadikannya sebagai tugas akhir untuk syarat kelulusan.

“Jadi, untuk lulus sekarang tak hanya melalui jalur skripsi ilmiah dengan riset akademik. Kita menghargai prestasi, karya, dan inovasi mahasiswa yang sama nilainya dengan skripsi itu. Tentu dengan prosedur dan ujian yang sebanding dengan ujian skripsi pada umumnya,” terang Himawan.

Diberi pilihan untuk tugas akhir jalur prestasi, Chano justru tertantang. Dia tetap ingin mencoba melewati dua jalur dengan tetap membuat penelitian untuk skripsi dan laporan atas prestasinya sekaligus.

“Saya tertantang ingin bisa menembus publikasi jurnal internasional dan menulis artikel di media massa, tetapi juga tetap ingin bikin skripsi karena ini kesempatan yang monumental,” ujar alumnus SMAN 1 Purwosari Pasuruan ini. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here