Di Hadapan Siswa Muhammadiyah, Wakil Bupati Jombang Sampaikan 4 Kunci Cegah Covid-19

0
542
Wakil Bupati Jombang Sumrambah (pegang mikrofon) saat memberikan sambutan di MI Muhammadiyah 1 Jombang.(Zuly AB/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – “Covid-19 merupakan sebuah edukasi untuk menjadikan manusia hidup dengan lebih sehat sesuai dengan protokol kesehatan.” Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Jombang Sumrambah saat mengisi sambutan dalam acara Penyerahan Simbolis Paket Sembako MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) Tahap IV kepada Siswa-Siswi Kurang Mampu yang Terdampak Covid-19 di SD/MI Muhammadiyah Jombang. Acara tersebut diselenggarakan MCCC di MI Muhammadiyah 1 Jombang, Ahad (14/6/2020).

Mas Rambah, sapaan akrabnya Sumrambah, menyampaikan bahwa Indonesia pernah dilanda wabah serupa pandemi Covid-19 pada 1918 yang dikenal dengan sebutan flu Spanyol. Pandemi ini telah menelan banyak korban jiwa, termasuk di Indonesia. Berdasarkan sejarah, flu Spanyol meneror sebagian besar masyarakat di dunia kala itu. ”Penyakit ini bahkan mendapat sebutan sebagai great influenza pandemic,” katanya.

Saat flu Spanyol melanda, kata Mas Rambah, banyaknya korban jiwa di Indonesia diduga karena respons yang lambat dan sifat acuh tak acuh pemerintah atau warga setempat kala itu. Selain itu, kehidupan masyarakat Indonesia yang jauh dari kata bersih dan sehat membuat flu Spanyol semakin parah dan memakan banyak korban jiwa.

“Penderita flu Spanyol memiliki gejala yang mirip dengan pneumonia atau radang paru-paru. Hal ini yang membuatnya tidak jauh berbeda dengan virus korona yang kini begitu mewabah. Penanganan flu Spanyol ini cukup lama hingga memakan korban yang cukup banyak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Jika dulu Indonesia bisa sukses melewati pandemi flu Spanyol, tentu optimisme kita lebih tinggi dalam menghadapi pandemi Covid-19 kali ini,” tutur politikus PDIP tersebut.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, lanjut dia, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus berjalan bersama untuk menyelesaikan masalah ini dan memutus mata rantai Covid-19 secepat mungkin.

Mas Rambah menambahkan, kunci pertama mencegah Covid-19 adalah disiplin kesehatan. Bersihkan tangan Anda dengan sabun dan air mengalir. ”Pertahankan jarak fisik atau physical distancing setidaknya 1 meter antara Anda dan orang lain,” ujarnya.

Kedua, jujur pada diri sendiri. Jika merasa pernah berinteraksi langsung dengan orang yang terpapar Covid-19, segera periksa ke puskesmas terdekat. Sebab Covid-19 bukan merupakan aib, melainkan penyakit yang harus segera ditangani untuk memutus mata rantainya.

Ketiga, bersama dan bersatu untuk memutus mata rantai Covid-19. “Saya mengimbau masyarakat Jombang khususnya untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan di mana pun kita semua berada dan mengikuti aturan pemerintah yang sudah diberlakukan,” ujarnya.

Keempat, tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi mereka terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda. ”Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda,” tandasnya.

Acara tersebut juga dihadiri ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang, ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Jombang, pengurus Lazismu, seluruh foskam (forum komunikasi kepala madrasah) di Jombang, serta dua peserta didik dari setiap lembaga. (Zuly AB/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here