Di Musyda Pemuda Muhammadiyah Gresik, Dikky: Kami Siap Bersinergi Membangun Ekonomi Kader

1
1389
Dikky Syadqomullah, MHES Ketua PWPM Jatim (kanan) sesaat setelah sambutan pembukaan Musyda XVI Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gresik didampingi sejumlah tokoh yang hadir. (Foto: ICL)

KLIKMU.CO – Sebagai ikhtiar melanjutkan estafeta kepemimpinan dan kaderisasi, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Daerah XVI.

Acara yang dihelat di Hotel HOM Premiere pada 9-10 Maret 2019 itu mengambil tema “Meningkatkan Peran Gerakan Kepemimpinan Menjadi Inspirasi di Era Disprupsi” dan dihadiri sekira 240 peserta yang merupakan perwakilan dari unsur Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kota Pudak tersebut.

Acara pembukaan berlangsung semarak karena selain dihadiri seluruh kader Pemuda Muhammadiyah, juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua PD Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Gresik, Pimpinan Kodim, Wakapolres, pimpinan parpol, dan sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan.

Acara semakin lengkap karena juga dihadiri tim dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim. Di antaranya Dikky Syadqomullah Ketua, Edi Utomo Bendahara, Fakhruddin Bendahara, dan M. Syaikhul Islam Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan. Juga tampak hadir sejumlah wakil ketua dan wakil sekretaris lainnya.

Ainul Muttaqin Ketua PDPM Kabupaten Gresik dalam pidatonya menyampaikan bahwa Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM akan terus berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara serta berjuang untuk memajukan umat.

“Bagi Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM, NKRI tak hanya harga mati, tapi harus tetap eksis dan dipertahankan hingga yaumil qiyamah,” tandasnya.

Sedangkan, Dikky Syadqomullah yang didaulat untuk membuka acara dalam sambutannya menegaskan lima dimensi peran dan fungsi organisasi dan kader Pemuda Muhammadiyah sebagaimana yang termaktub dalam Khittah Gerakan Organisasi.

“Pertama adalah semua kader Pemuda adalah pribadi-pribadi yang religius dan terus memerjuangkan kepentingan umat dan agama. Makanya, kader Pemuda harus suka ngaji supaya wawasan keagamaannya makin baik,” urainya.

Kedua, menurut mantan Ketua PDPM Kota Surabaya itu adalah dimensi sosial di mana PemudaMuhammadiyah merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Dan yang ketiga adalah dimensi ekonomi.

“Dalam kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur periode ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas keekonomian kader. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan bersinergi dengan beberapa pihak untuk membangun jaringan usaha dan ekonomi kader,” imbuhnya.

Keempat, lanjut Dikky, adalah dimensi politik. Menurutnya, politik merupakan media dakwah yang sangat efektif sehingga harus digarap secara serius oleh Pemuda Muhammadiyah.

“Contoh konkrit efektivitas dakwah melalui media politik adalah penutupan kawasan prostitusi Dolly di Surabaya yang dilakukan dengan pendekatan kebijakan politik. Bu Risma sebagai Walikota dengan kapasitasnya menutup kawasan yang menjadi pusat kemaksiatan,” imbuhnya.

Dan kelima, kata Dikky, adalah dimensi kebudayaan. Menurutnya, dimensi ini sangat penting terutama dalam mewujudkan pendekatan dakwah yang relevan di era mutakhir ini. (ICL)

1 KOMENTAR

  1. Maaf…pada paragraf kedua
    “….Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kota Gudek tersebut.”

    Seharusnya kota Pudak, bukan kota Gudek (jogjakarta)

    terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here