Di Resepsi Milad IMM, Khofifah Singgung Beras dan Kedekatannya dengan Ikatan

0
212
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan di acara Milad IMM. (Detik)

KLIKMU.CO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyinggung soal beras yang belakangan ramai jadi sorotan dalam sambutan acara Fokal IMM Jatim Award & Resepsi Milad Ke-57 IMM, Sabtu (27/3/2021).

“Saat ini Jawa Timur surplus beras sebanyak 600 ribu ton. “Kita lebih tinggi dari Provinsi Jawa Tengah dengan surplus lebih dari 600 ribu ton. Tentu ini menjadi daya imunitas ekonomi masyarakat Jawa Timur,” ungkap Khofifah dalam acara yang digelar sambutannya di Hotel Dafam Pasific Caesar Surabaya itu.

“Hal tersebut juga dibarengi dengan kolaborasi nyata semisal pemanfaatan hutan sosial, membangun bisnis start-up bersama, serta langkah-langkah strategis lainnya,” imbuh mantan menteri sosial itu.

Khofifah lantas bercerita tentang kedekatannya dengan IMM. “Semasa kuliah dulu, saya pernah berada dalam satu barisan yang sama dengan kawan-kawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan organisasi gerakan mahasiswa lainnya. Berdialektika, berdiskusi, dan mencari jalan keluar atas setiap persoalan yang ada,” paparnya.

Karena itu, bagi Khofifah, IMM adalah sahabat lama. “Selamat dan sukses Milad Ke-57 IMM. Semoga tetap istiqamah dalam berfastabiqul khairat dan memberikan lebih banyak kontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar ketua Pengurus Pusat Muslimat NU tersebut.

Selain memberikan sambutan, Khofifah juga termasuk tokoh yang menerima Special Achievement Award dari IMM bersama 11 tokoh lainnya. Antara lain, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr H. Saad Ibrahim dan Rektor  Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) Dr dr Sukadiono MM.

Sementara itu, Suli Da’im, Ketua Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM Jatim, mengatakan bahwa dengan adanya surplus beras sebagaimana disampaikan gubernur itu, pihaknya tegas mendukung Khofifah untuk menolak impor beras. Sebab, baginya, kebijakan itu tidak berpihak kepada petani dan masyarakat.

“Melalui jalan kolaborasi tersebut, harapannya selain mendukung agenda dan strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjalankan programnya, saya juga mendukung sikap menolak impor beras adalah pemimpin yang prorakyat,” tegas Suli. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here