Diapresiasi Atdikbud, Lazismu Malaysia Upayakan Bantuan Biaya Sekolah dan Akses Kesehatan untuk WNI di Malaysia

0
508

KLIKMU.CO – Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia Dr Mokhammad Farid Ma’ruf melakukan kunjungan ke Rumah Dakwah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia pada Ahad lalu (12/5). Kunjungan tersebut juga diagendakan untuk sosialisasi program Lazismu Malaysia.

Untuk diketahui, Lazismu merupakan singkatan dari Lembaga Amal, Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah. Dengan kata lain, Lazismu adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infak, wakaf, dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan, maupun instansi lainnya.

Lazismu didirikan oleh PP Muhammadiyah pada 2002 dan kemudian dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai lembaga amil zakat nasional melalui SK No 457/21 November 2002. Dengan berlakunya Undang-Undang Zakat Nomor 23 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, dan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 333 Tahun 2015, Lazismu dikukuhkan kembali melalui SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 730 Tahun 2016.

Nah, sejak November 2018, Lazismu bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia membentuk Kantor Layanan Malaysia. Kantor itu kini diketuai oleh Sutrisno, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang sedang menempuh program doktoral di Islamic Banking & Finance Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) Kuala Lumpur, Malaysia. Tim Lazismu yang beranggota perwakilan aktivis Muhammadiyah dan Aisyiyah telah dibentuk.

Dalam forum sosialisasi Lazismu di Kantor Layanan Malaysia tersebut, Sutrisno menyampaikan program-program yang akan diluncurkan. Sebagian program tersebut merupakan kesinambungan dari kegiatan PCIM Malaysia sebelum ini, seperti penggalangan donasi kemanusiaan, penggalangan zakat infak, dan sedekah (ZIS), serta penyaluran daging Kurban.

Sutrisno menambahkan, Lazismu Malaysia juga bertekad membantu mencarikan solusi untuk orang-orang yang memerlukan bantuan biaya sekolah maupun akses pelayanan kesehatan. “Salah satu strategi pelayanan kesehatan ini adalah dengan melibatkan para dokter Indonesia yang sedang tinggal di Malaysia,” tuturnya dalam rilis yang diterima Klikmu, Selasa (14/5).

Strategi lainnya, kata Sutrisno, bisa dengan mendatangkan mahasiswa kedokteran dan ilmu kesehatan yang berminat untuk menjalani KKN di Malaysia dan menyampaikan ilmunya untuk target penerima. “Untuk yang satu ini, Lazismu akan bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia yang bersedia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCIM Malaysia Sonny Zulhuda mengingatkan bahwa Lazismu perlu berkoordinasi dengan pimpinan ranting-ranting istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Malaysia agar membantu segala usaha promosi dan mobilisasi program. Semua komponen di PCIM Malaysia ikut mendukung. “Termasuk MDMC Malaysia yang sudah dua tahun berdiri di bawah pimpinan Ustaz Zulfan Haidar,” terangnya.

Dalam sambutannya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia Dr Mokhammad Farid Ma’ruf menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pergerakan Muhammadiyah. Sebab, menurut Farid, organisasi berlambang matahari ini terbukti telah berkarya dan bekerja untuk umat dan bangsa Indonesia lebih dari seabad. Terutama di bidang pendidikan formal.

“Saya berharap kerja sama antara KBRI dan PCIM Malaysia yang harmonis dan sinergis selama ini dapat memperkuat lagi upaya KBRI untuk menyediakan akses pendidikan bagi warga negara Indonesia di Malaysia,” tutur Farid.

Atdikbud juga mendukung Lazismu dalam menyukseskan program-programnya ke depan. Di kesempatan itu, Farid menyempatkan diri untuk berbuka puasa bersama warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Malaysia. (Tim Media PCIM Malaysia/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here