Didukung Gubernur Jatim, UMM Gelar Vaksinasi Massal dalam Waktu Dekat

0
157
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat koordinasi dengan UMM yang segera menyelenggarakan vaksinasi massal. (Wildan/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Program akselerasi vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah, mulai tingkat pusat hingga daerah. Hal serupa juga segera dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Didukung oleh Pemprov Jawa Timur (Jatim), Kampus Putih akan melaksanakan vaksinasi massal keluarga besar dalam beberapa hari ke depan. koordinasi dilakukan pada Selasa lalu (28/7) dan dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah berpesan agar UMM bisa segera menyiapkan tim teknis pelaksanaan vaksinasi ini. Dengan begitu, agenda tersebut bisa segera dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. Pemprov Jatim juga akan membantu dalam penyaluran serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Nanti vaksin akan disalurkan melalui pemerintah kota maupun kabupaten setempat. Tapi, tetap ada label peruntukan bagi UMM. Kalau memungkinkan, vaksinasi ini bisa segera digelar dalam beberapa hari ke depan,” tutur Khofifah.

Pemberian vaksin diutamakan kepada sivitas akademika Kampus Putih terlebih dahulu. Kemudian baru menyasar keluarga dan alumni.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi berharap, gelaran ini mampu memberikan vaksin sekitar 2.500-3.000 dalam sehari. “Jika berkaca pada vaksinasi yang dilangsungkan sebelumnya, kemungkinan jumlah yang diberikan mampu mencapai 3.000 vaksin sehari,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMM Dr Fauzan MPd mengaku siap dan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Ia mengungkapkan, UMM sudah memiliki tim khusus untuk Covid-19 sehingga akan lebih mudah dalam menentukan titik sasaran.

“Nanti tim ini akan memilih titik-titik sasaran strategis agar akselerasi vaksinasi dapat berjalan lancar. Apalagi dengan dukungan fasilitas yang tersedia di UMM,” tegas Fauzan.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada pilihan lain selain membantu pemerintah dalam percepatan agar bisa menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) seperti yang diharapkan. Fauzan menilai, usaha ini diharapkan bisa menjadi ladang pahala dan ibadah bagi semua pihak yang mengusahakannya.

“Kami siap dan segera berkoordinasi agar gelaran ini bisa dilaksanakan hanya dalam hitungan hari ke depan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 UMM dr Thontowi Djauhari MKes juga melaporkan perkembangan fasilitas dan pasien di Rrumah Sakit (RS) Covid-19 UMM. Ia mengatakan, kini ada 72 pasien yang sedang dirawat dengan enam ruang isolasi serta satu ruang operasi bagi ibu hamil yang terjangkit Covid-19. “Sebelumnya ruangan ini adalah ICU, namun sengaja kami ubah untuk keperluan operasi kelahiran bagi ibu hamil,” terangnya.

Tomy juga melaporkan bahwa sejak pandemi menyerang, sudah ada 1.787 pasien yang dirawat di RS UMM. Adapun pada Juli tahun ini, ada sekitar 190 pasien yang sedang dirawat. Meski kini angka penularan semakin menurun dan stabil, Tomy masih khawatir dengan persediaan oksigen yang belakangan cukup sulit didapatkan.

“Semoga gelaran vaksinasi ini nantinya bisa kembali menekan angka penularan Covid-19 yang ada di tengah masyarakat dengan signifikan,” tandas dosen FK UMM itu. (Wildan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here