Didukung Kementerian PUPR dan BNPP, RS Lapangan UMM Segera Dibangun

0
122
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Ir Diana Kusumastuti MT (kanan), Rektor UMM Dr Fauzan MPd (bertopi), dan Direktur RSU UMM Prof Dr dr Djoni Djunaedi dalam sebuah diskusi pendirian RS Lapangan UMM. (Sisil/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir Diana Kusumastuti MT mengunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu hari ini (27/2/2021). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peninjauan lokasi RS lapangan Covid-19 yang akan dibangun di area RSU UMM.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd mengatakan bahwa pembangunan RS lapangan ini merupakan kerja sama antara UMM, Kementerian PUPR, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP). Pembangunan RS tersebut akan mulai dibangun bulan depan, yakni Maret 2021.

“Ini merupakan kunjungan final sebelum pembangunan yang dilaksanakan pada bulan Maret. RS ini akan dibangun di lahan 6.000 meter persegi dan dapat memuat 80-90 tempat tidur. Insya Allah pada bulan April RS ini sudah bisa dioperasikan,” ujar Fauzan.

Direktur RSU UMM Prof Dr dr Djoni Djunaedi SpPD-KPTI menambahkan, RS lapangan ini akan memiliki fasilitas yang lengkap meliputi ruang rawat inap, unit gawat darurat (UGD), ruang rontgen, ruang infeksius, intensive care unit (ICU) ventilator dan nonventilator, ruang bersalin, dan ruang anak serta insinerator (pembakar sampah ramah lingkungan).

“Kami sangat membutuhkan insinerator untuk mengolah sampah medis. Jumlah RS yang memiliki insinerator juga sangat minim di Jawa Timur. Selama ini, dalam pengolahan sampah medis UMM selalu menggandeng pihak ketiga. Karena itu, pembangunan ruang  insinerator di RS lapangan ini akan sangat membantu,” kata Djoni.

Djoni berharap sebelum bulan Ramadan datang, pembangunan RS ini telah rampung dikerjakan. Jangka panjangnya, ketika pandemi Covid-19 sudah mereda, RS ini akan dialihfungsikan untuk perawatan penyakit lain seperti HIV.

“Jadi, ini akan menjadi pusat penyakit infeksi yang ada di Malang, khususnya di Jawa Timur. Jadi, ini memang rumah sakit yang tersendiri. Pelaksanaan pembangunannya akan dimulai minggu depan dan hanya diberi waktu 40 hari. Pembangunan RS akan dikebut sebelum puasa. Alat akan dibantu oleh USAID khusus yang terinfeksi. Kita sudah minta pembangunan ini sejak enam bulan yang lalu. Kita harus waspada jika sewaktu-waktu angka Covid melonjak lagi second attack,” tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here