Dikunjungi Kapolri, Haedar Nashir Sampaikan Tiga Nasihat Ini

0
216
Kapolri Jenderal Sigit (kanan) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto Facebook Haedar Nashir)

KLIKMU.CO – Ketua Umum PP Muhammadiyah menerima kunjungan silaturahmi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama rombongan pada Jumat (19/2/2021) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut, ada tiga hal yang disampaikan Haedar Nashir kepada Kapolri.

Pertama, di era pandemi Covid-19, Muhammadiyah bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan porsi dan peran masing-masing membangun jaringan untuk meningkatkan ikhtiar dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Kedua, kami mendiskusikan dan menyatukan visi bagaimana Muhammadiyah dan Kapolri bersama jajaran kepolisian di seluruh Republik Indonesia serta seluruh komponen pemerintah dan komponen bangsa meningkatkan usaha bersama untuk merekat persatuan bangsa,” ujar Haedar.

Ketiga, Haedar Nashir juga mendiskusikan persoalan-persoalan di era media sosial akhir-akhir ini. “Bagaimana Muhammadiyah dan jajaran kepolisian terus melakukan edukasi untuk ketertiban dan keamanan serta kehidupan yang bisa saling toleran satu sama lain di tengah keragaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolri Sigit menyampaikan kembali rencananya membentuk virtual police atau polisi dunia maya.  Virtual police ini nanti bertugas menegur masyarakat yang berpotensi melanggar UU ITE.

Virtual police  akan menegur jika ada kalimat-kalimat yang disampaikan masyarakat di media sosial yang kurang pas dan berpotensi melanggar UU ITE. Kemudian dijelaskan sebaiknya dia harus melakukan apa,” kata Sigit dalam keterangan resminya.

Sigit juga menekankan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta Polri untuk selektif menerima laporan. Selain itu, kepolisian bakal mengedepankan mediasi. Ia menyampaikan bahwa Polri juga bakal lebih selektif menerima laporan.

“Kami akan mengedepankan penyelesaian dengan cara yang lebih baik, mediasi, dan restorative justice. Namun, untuk hal-hal yang berpotensi terhadap konflik sesama bangsa dan berisiko memecah belah NKRI, kami akan proses. Tidak ada toleransi,” tegas Sigit. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here