Dikunjungi Kemenkes, Muhammadiyah Sampaikan 5 Rekomendasi Penanganan Pandemi

0
322
Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) diterima Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. (Foto Muhammadiyah.or.id)

KLIKMU.CO – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran bersilaturahmi ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (5/1/2021). Dalam kunjungan itu, menteri baru yang menggantikan Terawan Agus Putranto tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas peran Muhammadiyah menangani pandemi Covid-19.

“Muhammadiyah bukan hanya organisasi keagamaan, tapi juga organisasi kesehatan. Karena itu, saya kagum sekali,” ujar Budi dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Budi lantas meminta masukan soal penanganan Covid-19, khususnya terkait dengan vaksin. Ia mengatakan, tugas menangani Covid-19 cukup berat sehingga tidak cukup hanya dibebankan pada Kemenkes. Lembaga dan organisasi lain diharapkan ikut terlibat.

Menurut Budi, kerja pemerintah melawan pandemi takkan berhasil tanpa peran organisasi keagamaan yang memiliki sayap amal usaha di bidang kesehatan seperti Muhammadiyah. ”Kami perlu merangkul semua organisasi yang bergerak di bidang kesehatan. Untuk mengatasi pandemi, kita juga tidak bisa sendiri-sendiri. Harus bersama-sama. Tidak bisa bikin program begitu saja, tapi kita harus bikin gerakan,” terangnya.

“Maka, dengan kerendahan hati kami (Kemenkes, Red) tidak mampu menangani Covid-19 ini sendirian dan membutuhkan bantuan organisasi lain, secara khusus dengan Muhammadiyah,” kata Budi.

Ada dua hal yang disebut Budi dapat dilakukan Muhammadiyah untuk membantu Kemenkes. Pertama, Muhammadiyah memiliki tenaga kesehatan yang besar serta turut berperan dalam sektor kesehatan yang cukup luas.

Kedua, pendekatan sosial kultural. Sebab, dalam menangani Covid-19 tidak cukup hanya dengan medis dan vaksin. Harus ada perubahan perilaku karena protokol kesehatan sudah berbeda.

“Saya rasa Muhammadiyah bisa membantu sosialiasikan perubahan perilaku ini secara luas kepada masyarakat,” tandas Budi.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan Republika, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir MSi menyampaikan lima rekomendasi kepada Kemenkes. Pertama, Muhammadiyah mendukung BPOM supaya tetap independen dan transparan dalam penentuan keamanan dan tes netralisasi vaksin.

Kedua, Muhammadiyah mendukung independensi MUI menjalankan perannya dalam penentuan kehalalan vaksin dan siap menjadi bagian dari proses tersebut.

“Ketiga, penanganan pandemi tidak semata-mata diselesaikan dengan vaksin,” katanya.

Keempat, Muhammadiyah dengan infrastruktur kesehatannya akan turut menyukseskan vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Dan kelima, walau telah divaksinasi, masyarakat diharapkan tetap ketat menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here