Dilaporkan ke Polisi, Novel Baswedan: Apa yang Saya Sampaikan Itu Bentuk Rasa Kemanusiaan

0
349
Kompas.com

KLIKMU.CO – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas. Laporan itu terkait dugaan ujaran provokasi dan hoaks di media sosial karena cuitannya di Twitter mengenai kematian Ustadz Maaher AtThuwailibi yang meninggal dunia di Rumah Tahanan Polri.

Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas melaporkan Novel yang dianggap melanggar pasal 14 dan pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU ITE pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008.

Cuitan itu berbunyi: “Innalillahi Wainnailahi Rojiun, Ustad Maaher meninggal di Rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluan lah, apalagi dengan ustadz. Ini bukan sepele loh,” tulis pada Selasa lalu (9/2/2021).

Menanggapi hal itu, Novel Baswedan mengatakan bahwa cuitannya mengenai kematian Soni Eranata alias Ustadz Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim adalah bentuk kemanusiaan.

“Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan,” kata Novel lewat keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Novel pun menganggap pelaporan itu aneh. Dia tidak ingin menanggapi terlalu jauh.

“Saya hampir tidak pernah terdengar ada tahanan kasus penghinaan yang meninggal di rutan. Jadi ini ada masalah. Bukan hal wajar menahan orang yang sakit. Justru ketika pernyataan yang demikian penting tersebut dilaporkan itu yang aneh,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengaku ragu akan peran lembaga Kepala Staf Presiden (KSP) yang dipimpin oleh Moeldoko. Baru-baru ini, KSP mengklaim membuka ruang pengaduan bagi masyarakat menyusul pernyataan Presiden Jokowi yang meminta publik lebih aktif dalam menyampaikan kritik.

”Ini Novel Baswedan, sehari setelah melakukan kritik terhadap (kondisi) Ustadz Maaher, tiba-tiba dia dilaporkan. Gimana nggak ngeri,” kata Adi dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Jumat (12/2/2021).

Adi berharap pernyataan Presiden Jokowi di Hari Pers Nasional itu tidak malah menjadi jebakan batman. Orang disuruh kritik, tapi tiba-tiba akunnya diretas, WhatsAppnya disusupi, dan dilaporkan atas hal-hal yang tidak penting.

“Yang gitu-gitu juga sepertinya harus ditertibin,” ujarnya. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here