Diluncurkan, Buku “Titik Nadir Penantian” Kolaborasi Dosen dan Napi Perempuan

0
138
Buku "Titik Nadir Penantian" sedang dibaca usai diluncurkan, Kamis (14/1/2021). (Candra/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Rentetan agenda Berbagi untuk Negeri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlanjut. Setelah sukses memberikan hiburan dan pemeriksaan kesehatan di Panti Griya Asih, kini mereka me-launching (meluncurkan) buku berjudul Titik Nadir Penantian, Kamis (14/1). Buku itu merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Malang. Selain itu, ada pelaksanaan sosialisasi periksa payudara sendiri (sadari) kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang disampaikan oleh pihak Rumah Sakit UMM.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menyempatkan diri untuk menyapa secara virtual. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pandemi memberikan banyak dampak negatif bagi masyarakat. Tidak hanya dari segi fisik, tapi juga dari aspek psikologis sehingga menurunkan semangat hidup. Maka, lanjut Fauzan, agenda ini hadir untuk kembali membangkitkan motivasi serta semangat yang sempat hilang. “Kita tidak boleh kehilangan spirit di dalam situasi apa pun. Terutama kala menghadapi pandemi seperti sekarang,” tegas Fauzan.

Mantan dekan FKIP itu juga menjelaskan bahwa program tersebut menitikberatkan pada aspek kemanusiaan. Di samping itu, mengangkat kembali harkat dan martabat manusia dalam segala kondisi. Fauzan juga mencanangkan kerja sama lain terkait soft skill maupun hard skill agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi WBP. “Program buku ini tentu tidak berhenti sampai di sini saja. Nanti kami juga akan merencanakan agenda bedah buku. Di samping itu, ada pula beragam agenda lain yang bertujuan untuk mengantarkan warga lapas menjadi orang hebat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Kebudayaan UMM Dr Daroe Iswatiningsih MSi menjelaskan bahwa buku ini adalah hasil dari pelatihan menulis yang diadakan sebelumnya. Saat itu mereka juga mengajak WBP untuk belajar membatik. “Antusiasme merekalah yang menjadi bahan bakar kami untuk membukukan karya-karya yang sudah ditulis,” kata Daroe.

Sementara itu, Tri Anna Aryati, kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Malang, mengapresiasi sumbangsih UMM dalam aspek kemanusiaan, utamanya dalam penyusunan buku ini. Ia juga berterima kasih karena UMM sudah menyediakan sarana rekreasi dan edukasi bagi warga binaan pemasyarakatan. “Kami harap nantinya ada program-program lain yang bisa memberikan dampak positif bagi teman-teman penghuni lapas,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here