Din Syamsuddin: Apabila Muhammadiyah dan NU Bersatu, Persoalan Umat Selesai

0
21435
Foto Pak Din Syamsuddin dalam acara silaturrahim Muhammadiyah Jombang diambil oleh Juni

KLIKMU.CO – Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Jombang Ahad lalu (10/3) menghadirkan tokoh Muhammadiyah yang sudah menginternasional, Prof Dr H Din Syamsuddin MA. Dalam pidatonya, mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu menyampaikan betapa pentingnya merajut kembali ukhuwah islamiyah yang mulai ada tanda-tanda perpecahan.

“Muhammadiyah dan NU adalah ormas besar. Apabila bersatu, sebagian persoalan umat selesai,” ujar Din.

Tokoh kelahiran Lombok itu bercerita, saat masih menjadi mahasiswa, dirinya ditanya oleh dosen penguji, kenapa jutaan orang masuk Muhammadiyah? “Saya jawab, tiada lain mereka mau berjuang di Muhammadiyah untuk mencari rida Allah (libtigha’i mardhatillah),” jelasnya.

Dia mengingatkan, berjuang atau berkehidupan di Muhammadiyah, tidak mencari ujrah atau material. Sehingga, pada saat menjabat atau tidak, tetap bersikap biasa dan tidak mengalami power syndrom.

Menurut Din, Muhammadiyah hanyalah alat, yaitu alat dakwah atau alat perjuangan, bukan tujuan semata-mata. Tujuan sebenarnya adalah izzul Islam wal muslimin.

Pendiri Pondok Pesantren Dea Malela itu melanjutkan, idealnya seluruh ormas bekerja sama. Sebab, saat ini umat Islam berada pada kondisi berpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politik. “Pemilu adalah cara beradap untuk memilih pemimpin. Maka, jangan sampai pemilu ini mengarah pada ketidakberadaban. Memilih yang cerdas, jangan sampai golput,” tegas Din.

Din memberikan dua pendekatan dalam menentukan pilihan dalam pemilu. Pertama, pendekatan ruhiyah atau spiritual. Memilih dengan hati nurani. “Kedua, pendekatan aqliyah atau pikiran. Yakni, memilih secara rasional berdasarkan kondisi saat ini.

Di akhir ceramah, Din Syamsuddin berpesan kepada seluruh umat Islam agar menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dalam menentukan paslon pilihan.

“Pilih paslon yang memperjuangkan kedaulatan negara, baik secara politik, ekonomi, maupun budaya. Dan yang lebih penting lagi adalah yang memperjuangkan Islam,” katanya.

Pak Din kemudian menukil pepatah Arab, yakfi lil ‘aqil isyarah. “Kalau berbicara dengan orang cerdas, isyarat saja sudah cukup,” kata Din disambut tepuk tangan gemuruh semua hadirin. (Juni/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here