Direktur RSUD dr Soetomo: Ada Titik Terang Penanganan, tapi Perang Lawan Covid Belum Usai

0
1809
Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi dalam diskusi yang diadakan MUI Jatim. (Azhar/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi menyampaikan bahwa saat ini mulai ada titik terang penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Namun, tegas dia, selama vaksinasi belum sukses berjalan, perang melawan Covid-19 belum selesai.

Dari data rumah sakit di Jawa Timur, dia menyampaikan, jumlah ketercukupan tempat tidur pasiean di rumah sakit semakin banyak, baik itu untuk ICU maupun ruang isolasi. Jumlah rasio tempat tidur juga semakin menurun. WHO menyarankan batas aman rasio tempat tidur adalah 60%. Di Jawa Timur sudah 53%, sementara untuk ruang isolasi menurun ke 38%. Angka ini jauh dari angka sebelumnya yang mencapai 70%, bahkan 100%.

“Walaupun ada titik terang, semua harus terus berjuang, jangan menyerah, jangan terserah. Senjata yang paling utama adalah vaksin, menjaga kebugaran tubuh, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujarnya mewakili gubernur Jatim saat memberikan sambutan dalam Webinar MUI Jatim “Vaksinasi: Antara Kebutuhan Medis dan Kewajiban Agama”, Senin malam (2/3/2021).

Dokter ahli bedah saraf ini menyampaikan, di Jawa Timur, saat ini sudah ada 38 kabupaten/kota yang melaksanakan vaksinasi. Dinas Kesehatan Jawa Timur saat ini sudah melatih petugas vaksinasi sebanyak 15.119 orang yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Sehingga, saat ini kapasitas vaksinator tidak perlu diragukan.

“Cakupan vaksinasi ini, dari berbagai macam metode yang diusulkan, salah satunya adalah metode klastering. Namun karena keterbatasan jumlah vaksin, memakai metode prioritas, orang-orang yang sangat riskan didahulukan. Karena itulah protokol kesehatan harus terus dilksanakan,” ujarnya.

Sambil menunggu vaksinasi menyeluruh, dia menuturkan, Pemprov Jawa Timur terus mengupayakan penekanan laju penularan Covid-19 dengan isolasi level RT atau PPKM mikro. Pada setiap RT dikategorikan menjadi zona hijau, kuning, orange, dan merah. Ketika ada 10 lebih yang positif, langsung dilakukan tindakan isolasi untuk mencegah penularan ke RT lain.

“Hasilnya, kalau kita melihat kasus tambahan dari hari ke hari, cenderung menurun, demikian juga dengan PPKM mikro 1 dan mikro 2 penurunannya cukup signifikan. PPKM mikro dan vaksin insya Allah bisa menyelesaikan ini. Kalau tidak, pilihan natural herd immunity akan terjadi dan itu tidak kita kehendaki,” ujarnya. (Azhar/Din/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here