Diskusi Publik Merdeka Belajar, Dr Aulia Esti: Gurunya kok Masih Beli RPP, Nggak Bener Itu!

0
3175
Dr Aulia Esti Wijiasih saat memaparkan materi tentang merdeka belajar di Aula TMB Mudipat. (Mul/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Merdeka belajar menurut Dr Aulia Esti Wijiasih adalah bebas bikin apa saja, bebas berkarya apa saja dengan standar yang harus dipenuhi.

Demikian disampaikan pejabat Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kemendikbud RI pada Diskusi Publik “Sekolah Muhammadiyah Menyambut Kebijakan Merdeka Belajar” di Auditorium TMB SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Sabtu (1/2/2020).

Acara dihelat Forum Silaturrahim dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM) SD-MI Jawa Timur. Diikuti 215 peserta dari Jawa Timur.

“Merdeka belajar itu bebas tapi bertanggung jawab. Jadi tidak bebas-sebebasnya. Harus tetap ada standar tertentu yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Dia mencontohkan, mau belajar di kebun boleh, mau belajar di perpustakaan silakan. Mau belajar duduk boleh mau ndlosor pun oke. Merdeka belajar itu anak bangsa mendapatkan hak yang sama dalam mengenyam pendidikan.

“Ciri merdeka belajar menurut saya yaitu sumber belajar boleh dari mana saja. Belajar boleh kapan saja dan boleh dari siapa saja. Guru jangan sungkan belajar dari kehidupan muridnya, misalnya. Bahkan sesama murid bisa jadi narasumber bagi teman-temannya,” jelas Aulia.

Bagaimana menerapkan merdeka belajar di sekolah Muhammadiyah? Dr Aulia mengatakan, pertama memetakan potensi pendidikan Muhammadiyah. Kedua, memetakan potensi anak-anak pelajar Muhammadiyah.

“Jangan sampai guru-gurunya salah memetakan potensi anak. Anak suka puisi diminta menggarap sains. Ini tidak benar,” katanya memberikan contoh.

Dr Aulia mengajak pimpinan dan guru sekolah Muhammadiyah harus melakukan langkah-langkah strategis ke depan. Peserta didik diajak ngobrol untuk menentukan cita-cita. Visi-misi dibahas bersama siswa. Karena kemajuan pendidikan tidak hanya demi sekolah, tapi juga demi cita-cita peserta didik.

“Prinsipnya merdeka harus benar-benar merdeka. Mau merdeka gurunya kok masih beli RPP. Nggak bener itu!,” sesal penggawa Kemendikbud RI itu.

Kemudian dijelaskan bahwa Muhammadiyah tidak punya alasan tidak merdeka dalam pendidikan. Sebab, founding father Muhammadiyah adalah orang yang merdeka dalam memajukan bangsa ini.

“Iya harus merdeka. Hey, Kiai Ahmad Dahlan itu orang merdeka loh!” tuturnya disambut aplaus hadirin.

Selain Dr Aulia, sebelumnya ada Bukik Setiawan MPsi (Ketua Kampus Guru Cikal) serta Ketua FOSKAM SD-MI Jatim M. Syaikhul Islam MHI dan jajarannya yang telah menyampaikan materi terkait. (Mul/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here