DMO Lahirkan Kader Organisatoris, Ideal jika Amalkan 21th Century Skill

0
162
Foto dokumentasi IMM RF

KLIKMU.CO – Diklat Manajemen Organisasi (DMO) Pimpinan Harian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Raushan Fikr FKIP UMM berlangsung tiga hari berturut-turut, yakni mulai Jumat hingg Ahad (22-24/3). Tak hanya berisi materi, diklat juga menampilkan praktik langsung para kader dalam rangka memanajemen sebuah organisasi.

Ketua pelaksana DMO Siti Rubiah mengungkapkan, agenda DMO ini sangat penting bagi para kader dan keberlangsungan ikatan. “Kader sebagai individu yag nantinya sebagai penggerak organisasi IMM haruslah paham akan cara memanajemen organisasi. Sehingga eksistensi IMM, khususnya Komisariat Raushan Fikr, tetap terjaga,” ujarnya.

Agenda tersebut merupakan salah satu program kerja Bidang Organisasi IMM Raushan Fikr. DMO juga menjadi agenda rutin yang dilangsungkan tiap periode.

Ketua bidang organisasi yang juga menjadi master of training agenda ini memaparkan, tujuan dilaksanakannya DMO ialah menanamkan dan memahamkan makna dan urgensi berorganisasi.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih kader dalam memanajemen organisasi dengan baik, tanpa harus meninggalkan jam kuliah mereka. Selain itu, untuk mengenalkan kader tentang perangkat-perangkat apa saja yang ada di dalam organisasi, khususnya IMM. Di samping itu, untuk melatih retorika kader,” ungkapnya.

Pendidikan dan latihan kali ini menampilkan lima materi. Masing-masing adalah falsafah organisasi, orientasi dan strategi keorganisasian IMM, manajemen organisasi, leadership, serta manajemen konfilk dan pengambilan keputusan. Beberapa pemateri berasal dari para alumnus IMM sendiri, antara lain Moh. Anis, Ode Rizki, dan Andi Akbar Tanjung.

Dalam materi pertama, falsafah organisasi, Andi Akbar Tanjung menyatakan bahwa kader organisatoris harus tetap eksis di era digital seperti saat ini. “Dalam berorganisasi di tengah keajaiban teknologi saat ini, dapat berjalan ideal dengan menerapkan 21th century skill atau keterampilan abad 21,” ujar alumnus IMM yang kini menjadi dosen LC tersebut.

Terlebih, kata dia, para peserta adalah golongan manusia yang hidup di abad 21 dan saat ini lebih mesra dengan Android dan smartphone dibandingkan rasa humanitas.

“Keterampilan abad 21 di antaranya ialah creative, collaboration, comunication, critical think, dan caracter,” terang pria asli Makassar itu. (Islah/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here